Agama Fitrah

ERA informasi sekarang ini, orang hidupnya sangat bergantung pada informasi yang diterimanya. Bermacam budaya dunia merubah kita, agama, norma, budaya banyak bergeser. Dalalm al-Quran kita diingatkan : “Janganlah kamu mengikuti suatu pendirian tanpa pengetahuan yang meyakinkan, sebab pendengaran, penglihatan dan hati itu masing-masing akan dimintai pertanggungan jawab” (Q al-Isra, 17 :36). Orang akan tangguh menghadapi tantangan dalam beragama bila ia dalam memilih agama dan beragama atas kesadaran, bukan sekadar berasal dari keturunan dan pengaruh lingkungan belaka. Untuk itu dalam beragama seseorang dituntut memiliki pengetahuan yang memadahi dan pengalaman mengamalkan agama yang cukup. Dengan demikian upaya mengkaji dalil atau teks ajaran agama dan belajar dari pengalaman mengamalkan Islam yang dilakuan secara terus menerus dan berkesinambungan menjadi sangat diperlukan bagi kehidupan seorang muslim.

Bagi seorang muslim, kepastian kebenaran agama diperoleh dari Kitab Suci al-Qur’an. QS Ali Imran, 3: 60 menegaskan “Agama yang benar adalah yang datang dari Tuhanmu, janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu”. Dalam QS Al-Kahfi, 18: 29 ditegaskan pula bahwa agama yang benar adalah yang datang dari Allah SWT dan kepada umat manusia diberi kebebasan untuk mepercayai atau tidak mempercayai. “Dan katakanlah (Muhammad) bahwa agama yang benar adalah yang datang dari Tuhanmu, berimanlah siapa yang mau dan ingkarlah siapa yang mau ingkar”. Dan untuk mengajak mempercayai Agama Islam QS Al-Baqarah, 2: 256 melarang dilakukan dengan cara paksaan. Ayat ini mengajarkan adanya kebebasan beragama. Kebebasan beragama hanya berkaitan dengan kebebasan memilih agama Islam atau selainnya, setelah memilih salah satunya, maka orang yang bersangkutan telah berkewajiban untuk melaksanakan ajaran agama yang dipilihnya secara sempurna.

Ada beberapa ketentuan Allah dalam memilih agama: (1) Agama yang datang dari Allah dan dibawa oleh para Rasul-Nya, (2) Agama yang dibawa Nabi Muhammad adalah agama penutup yang telah disempurnakan (QS, Al-Maidah, 5: 3), (3) Beragama adalah suatu anugerah dari Allah. “Barang siapa dikehendaki Allah untuk diberi petunjuk, dilapangkan dadanya utnuk menerima Agama Islam (QS, Al-An’am, 6: 125), (4) Orang yang menganut agama selain Islam, sama sekali tidak akan diterima Allah (QS, Ali Imran, 3: 83), (5) Agama yang diajarkan Allah kepada umat manusia hanya Islam (QS, Ali Imran, 3: 19), (6) Agama yang mengajarkan tauhid dan melarang berbuat syirik. Inilah inti ajaran Islam yang membedakan dengan agama lainnya yang tidak berasal dari Allah (QS, Al-Ambiya’, 21: 25 dan QS, Ali Imran, 2: 64), (7) Islam adalah agama rahmat bagi penghuni alam seluruhnya. QS, Al-Anbiya’, 21: 107.

Sebagai agama fitrah, Islam mewajibkan umatnya untuk mendakwahkan (memperkenalkan) Islam kepada siapa saja dengan cara yang baik, sehingga mereka bisa paham apa yang dibawa Islam (QS Ali Imran, 3: 104; An-Nahl, 16: 125; 34: 28). Al-Quran melarang pemaksaan kepada siapapun untuk memeluk agama (QS, Al-Baqarh, 2: 256). Manusia diberi kebebasan sepenuhnya untuk menentukan sendiri pilihan, apakah menerima kebenaran Islam atau menolaknya. QS, Al-Kahfi, 18: 29). Adapun kemudian ada yang mendlolimi (merusak dan memerangi) Islam dan ummatnya, Islam memperbolehkan membalasnya dengan tidak berlebihan (QS An-Nahl, 16: 125; Al-Baqarah, 2: 190; Al-Haj, 22: 39-40). Semua agama sama benar dan mengajarkan sesuatu yang baik, tetapi Islam tidak membenarkan bahwa semua agama sama, karena masing-masing agama iu benar dan baik pada masanya, tidak dalam waktu yang bersamaan (QS Yunus, 10: 47). ***

Read previous post:
Sadranan Ditiadakan, Salat Jumat Masih Digelar

TEMANGGUNG (MERAPI) - Ketua MUI Kabupaten Temanggung KH Yaqub Mubarok mengatakan masjid-masjid masih diperkenankan menggelar sholat Jumat. Namun untuk ritual

Close