Rebutan Beli Pil Kina

Nabi SAW bersabda : “ALLAH tidak menurunkan penyakit melainkan menurunkan obatnya juga.” (H.R.Bukhari)

MINGGU lalu, masyarakat sibuk berburu masker dan handsanitizer. Setelah Presiden Jokowi resmi menyatakan memesan obat CHLOROQUINE sebanyak 3 juta butir dan Avigan sebanyak 2 juta butir, maka dimulailah fase panic buying baru…yakni membeli Chloroquine atau nama lainnya Pil Kina ke apotek-apotek. Chloroquine atau Pil Kina naik daun mendadak, setelah dua negara besar merekomendasikannya sebagai bagian dalam proses penyembuhan Corona (Covid-19).

Uji klinis terbaru dikeluarkan oleh pemerintah Cina setelah melewati uji klinis terhadap 100 pasien di 10 rumah sakit di Cina. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI pun sudah mencabut pernyataan 15 Maret 2020, sebagai Dis-Informasi mengikuti rilis terbaru 16 maret dari negara-negara yang sudah menyelesaikan uji klinisnya. Kesimpulannya, Pil Kina diyakini dan direkomendasikan secara medis sebagai bagian terapi terhadap penderita Corona.

Tentu berita ini sangat baik dan memberikan harapan besar kepada masyarakat untuk bisa kembali beraktifitas seperti sedia kala lagi. Dan pemerintah memang harus mempercepat proses distribusi dan petunjuk penggunaannya kepada masyarakat, agar “Lockdown” ini bisa segera diakhiri. Artinya, jika pemerintah memang yakin dengan data-data tentang keampuhan Chloroquine dan Avigan…maka kenapa harus berlama-lama Lockdown atau isolasi mengingat imbas Lockdown itu sendiri sangat hebat terhadap sendi-sendi perekonomian nasional. Lockdown atau Isolasi bagi mereka yang punya gaji bulanan, berbagai tunjangan tentu tidak masalah. Namun, jangan sampai Lockdown kemudian membuat jutaan orang stress karena sumber pendapatannya berasal dari income bekerja harian.

Dan jika WHO kelak secara resmi mengumumkan bahwa Chloroquine atau Pil Kina adalah obat resmi untuk Corona (baru dua negara yang merekomendasikan yakni Cina dan Amerika), maka jika peluang itu bisa dimanfaatkan dengan baik, itu juga akan memberikan manfaat yang besar bagi bangsa Indonesia. Kita punya banyak pohon Kina yang bahkan tidak ditanam secara khusus, tumbuh secara alamiah. Budi daya pohon Kina sebagai pohon obat juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Dan industri farmasi kita bisa mendapat pasar eksport yang luas. Yang penting sekarang adalah masyarakat untuk tenang dulu, tidak usah panik rebutan beli Pil Kina dan beri kesempatan pemerintah bekerja dan mendistribusikan obat-obatan tadi sesuai yang sudah diprogramkan. Semakin cepat pemerintah bekerja, maka semakin cepat pula Lockdown/Isolasi dibuka kembali dan masyarakat dapat bekerja, beribadah seperti sedia kala. Semoga ALLAH SWT mengabulkan doa kita semua, agar Indonesia segera bebas dari Corona. Amin ya ALLAH. Wallahu A’lamu bishawwab. ***

Read previous post:
Lock-Down Belum Diperlukan, Sultan Pilih Calm-Down

DANUREJAN (YOGYA)- Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan belum akan mengunci wilayahnya (lock-down) untuk mencegah penularan

Close