Berdoa yang Baik-baik

BANYAK pihak yang mendesak pemerintah untuk segera meniru langkah pemerintah Italia yang me-lock Down (isolasi/karantina) rakyatnya, akibat paparan virus corona. Pertanyaannya, apakah memang harus demikian…? Dan apa konsekuensinya terhadap rakyat. Mungkin yang banyak mewacanakan lock down adalah guru-guru besar dan orang-orang kaya, yang tidak kerja puluhan tahun pun uangnya tidak habis-habis. Sementara banyak di antara rakyat kita yang bekerja hari ini, untuk makan hari ini. Mungkin di Italia, lock down adalah opsi yang terbaik.

Secara umum rakyatnya mapan, tidak kekurangan bahan pangan. Perusahaan-perusahaan, pabrik-pabrik juga bersedia tetap mentransfer gaji karyawannya meski meliburkan mereka. Senat Amerika, meng-acc kucuran dana 500 juta dollar untuk setiap negara bagiannya yang mengambil kebijakan lock down untuk menjamin ketersediaan pangan bagi warga negaranya. Pemerintah Kuwait bahkan mendistribusikan dari rumah ke rumah bantuan pokok penduduknya selama lock down. Jika lock down berlaku nasional, maka harus dipertimbangkan sungguh-sungguh resiko lebih banyak masyarakat yang jatuh sakit karena stress tidak ada income.

Sebenarnya saat ini, Insya Allah ada harapan yang besar agar negara Indonesia yang kita cintai ini bisa melampaui fase sebaran corona secepatnya. Sudah ada protokol WHO yang mengadopsi cara pemerintah Cina yang mampu menghentikan laju sebaran corona. Saat ini, Provinsi Wuhan dan Hubei sebagai daerah yang paling parah diterpa wabah corona telah dibuka isolasinya dan aktif bekerja kembali. WHO menyatakan bahwa corona bergeser ke benua Eropa.

Artinya, kita bisa meniru protokol yang sudah ada tersebut dan dibantu doa seluruh rakyat Indonesia agar corona ini bisa segera teratasi tanpa memberikan dampak kerugian finansial terhadap ekonomi negara yang terlalu besar. Rakyat bisa kembali tenang bekerja tanpa harus curiga dan paranoid terhadap rekannya yang flu. Jama’ah umroh yang sempat tertunda, dapat segera berangkat menunaikan ibadah umrohnya, dengan catatan pemerintah Saudi Arabia sudah membuka kembali akses untuk visa umroh.

Jika pun memang harus menerapkan kebijakan lock down…mungkin bisa dilakukan secara lokal. Misal di wilayah Pemprov DKI Jakarta dan Banten yang positif sudah banyak jatuh korban. Mungkin di sana, masyarakat diimbau untuk sementara waktu berdiam diri di rumahnya masing-masing…dan pemerintah dapat melakukan pembersihan menyeluruh dengan melakukan sterilisasi ke berbagai fasilitas publik yang ada. Dan menutup sementara jalur perbatasan dengan daerah-daerah yang masih negatif hingga hari ini sehingga imbas ekonominya bisa dilokalisir. Marilah kita bicara, sharing di medsos yang baik-baik…karena toh setiap perkataan adalah doa. Wallahu A’lamu bishawwab. ***

Read previous post:
Kartun Jurukunci, 17 Maret 2020

Close