Tasamuh

TASAMUH adalah bentuk (mubalaghah) dari samaha yang dalam bahasa Indonesia biasa diartikan tenggang rasa atau dalam istilah yang agak keren disebut toleransi. Kata toleransi sendiri juga mempunyai banyak pemahaman. Bisa toleransi itu sendiri, tenggang rasa, lapang dada, dan bermurah hati. Inti dari tasamuh atau toleransi ini sebenarnya adalah mempertahankan pendirian pribadi tetapi tetap bersedia menerima pendapat orang lain yang menyangkut di dalam banyak bidang kehidupan; agama, kebudayaan, kondisi sosial, kebangsaan dan kemasyarakatan. Jika dalam sebuah negara yang terdiri dari berbagai macam suku, agama, ras, budaya, ditambah lagi bahasa sebagaimana Indonesia, tentu sangatlah dibutuhkan sikap tasamuh atau toleransi tersebut.

Sikap tasamuh ini juga mengajari kita tentang toleransi antar umat beragama. Sehingga sebagai manusia yang juga diberikan jiwa sosial, pastilah akan saling membantu satu sama lain, tanpa memandang suku, agama, ras, dan kebudayaannya.
Sebagai seorang muslim, perlu memahami prinsip-prinsip tasamuh dalam agama Islam, antara lain : Pertama, Islam adalah agama rahmat bagi penghuni alam seluruhnya. (QS Al-Anbiya’, 21: 107). Muhammad SAW diutus sebagai rahmat, karenanya Islam mewajibkan penganutnya hidup damai dan berbuat baik kepada para penganut agama-agama lain, bahkan juga kepada mereka yang tidak menganut agama apapun memberikan kesempatan kepada mereka untuk menjalankan agamnya dengan aman selagi mereka tidak memusuhi Islam, umatnya dan ajarannya. (QS Al-Mumtahanah, 60: 8-9);

Kedua, Agama Islam mewajibkan umatnya untuk mendakwahkan (memperkenalkan) Islam kepada siapa saja dengan cara yang baik, sehingga mereka bisa paham dengan apa yang dibawa oleh Islam itu. (QS Ali Imran, 3: 104; dan QS An-Nahl, 16: 125; 34: 28).

Ketiga, Al-Qur’an melarang pemaksaan kepada siapapun untuk memeluk agama (QS Al-Baqarah, 2: 256). Manusia diberi kebebasan sepenuhnya untuk menentukan sendiri pilihan, apakah menerima kebenaran Islam atau menolaknya. (QS Al-Kahfi, 18: 29). Adapun kemudian ada yang mendlalimi (merusak dan memerangi) Islam dan ummatnya, Islam memperbolehkan membalasnya dengan tidak berlebihan (QS An-Nahl, 16: 125; QS Al-Baqarah, 2: 190; dan QS Al-Haj, 22: 39-40).

Keempat, semua Agama Samawi (Agama Langit) adalah benar dan mengajarkan sesuatu yang baik, tetapi Islam tidak membenarkan bahwa semua agama itu sama, karena masing-masing agama itu benar dan baik pada masanya, tidak dalam waktu yang bersamaan (QS, Yunus 10: 47). Orang Islam harus senantiasa berlaku adil, baik dengan sesama muslim maupun dengan non-muslim, karena adil lebih mendekatkan seseorang kepada ketakwaan.(QS Al-Maidah, 5 : 8).

Hidup penuh toleransi akan menjadikan kehidupan bermayarakat, bebangsa dan bernegara semakin harmonis dan penuh kedamaian. Tasamuh akan menciptakan rasa keharmonisan antar sesama manusia dalam komunikasi sosialnya, menumbuhkan sikap saling menghormati dan tidak memaksa antar sesama manusia, menciptakan rasa rukun antar umat beragama satu sama lain, menumbuhkan rasa cinta terhadap sesama umat manusia, tetap menghargai pendapat orang lain, meski terdapat perbedaan pendapat satu sama lain. Tasamuh yang terjaga dengan baik merupakan modal utama bagi terciptanya relasi sosial yang kondusif bagi kemajuan dan perkembangan suatu bangsa. Semoga dengan sedikit cerminkehidupan ini dapat membantu kita untuk lebih memahami ajaran-ajaran terpuji yang ada dalam agama Islam, khususnya tentang tasamuh atau toleransi. Semoga. ***

Read previous post:
MERAPI-ANTARA Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Janji PNS di lingkungan Pemkab Bantul.
Bupati Bantul: Tingkatkan Kinerja ASN

BANTUL (MERAPI) - Bupati Bantul Suharsono mengingatkan para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah kabupaten setempat yang baru saja

Close