Introspeksi Diri

SALAH satu hal penting yang diajarkan oleh agama Islam agar orang-orang yang beriman tetap bisa istiqamah berada di jalan Allah adalah untuk selalu introspeksi diri. Instrospeksi diri juga menjadi bagian dari kewajiban layaknya kewajiban-kewajiban lain orang-orang yang beriman, sebagaimana firman Allah SWT : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS Al-Hasyr, 59:18). Juga firman-Nya: “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya” (QS Al-A’raf, 7 : 201). Orang-orang yang beriman dan bertawakal hendaknya selalu introspeksi diri dan belajar untuk memperbaiki kekeliruan yang pernah dilakukannya.

Terdapat banyak keutamaan atau manfaat yang didapat oleh orang-orang beriman yang melakukan introspeksi diri. Pertama, hisab yang lebih ringan. Nabi Muhammad SAW bersabda : “Sesungguhnya hisab pada hari kiamat akan menjadi ringan hanya bagi orang yang selalu menghisab dirinya saat hidup di dunia” (HR. Tirmidzi). Kita mungkin telah melihat di sekitar kita bahwa begitu banyak kerusakan yang ditimbulkan oleh perilaku manusia di muka bumi ini. Maka, ketika kita kembali kepada syariat agama Islam untuk memperbaiki, atau setidaknya menghentikan kerusakan yang telah terjadi, sungguh begitu besar keutamaannya. Kembali pada syariat agama ini merupakan langkah awal yang baik untuk meningkatkan derajat kita di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala.

Kedua, hati menjadi lebih lapang. Introspeksi diri berarti kita fokus pada tujuan diri kita menjadi sosok yang lebih baik dari sebelumnya sesuai ajaran Islam. Kita tidak merasa paling benar sendiri dan menyadari bahwa kebenaran bisa datang dari mana saja.Dengan kita mengintrospeksi diri, kita bisa lebih terbuka terhadap masukan dan saran untuk kebaikan diri kita di masa kini maupun untuk masa-masa yang akan datang. Kita hanya akan berorientasi kepada kebaikan dan tujuan kita di dunia untuk beribadah kepada Allah. Dengan demikian, secara otomatis hati kita pun akan lebih tenang dan lapang.

Ketiga, hubungan dengan orang lain menjadi lebih baik. Introspeksi diri dalam Islam juga berarti kita mau mengakui kesalahan dan tidak merasa diri kita yang paling benar dan paling hebat. Maka, dengan introspeksi diri kita juga mau meminta maaf dan memperbaiki kesalahan yang pernah kita lakukan. Dengan demikian, pintu-pintu maaf dari manusia dan hubungan yang lebih baik dengan manusia lain akan lebih terbuka lebar. Bagaimana pun, seseorang akan lebih terbuka dengan orang yang rendah hati dan mau memperbaiki diri daripada dengan orang yang sombong dan merasa benar sendiri.

Keempat, menjauhkan diri dari sifat munafik. Sering melakukan introspeksi diri merupakan salah satu cara menjauhkan diri dari kemunafikan. Tidak hanya itu, Ibnu Abi Malikah juga pernah berkata seperti yang diriwayatkan oleh Bukhari, “Aku menjumpai 30 sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, merasa semua mengkhawatirkan kemunafikan atas diri mereka. Tidak ada satu pun dari mereka yang mengatakan bahwa keimanannya seperti keimanan Jibril dan Mikail”.

Kelima, menjaga dan memanfaatkan waktu. Orang Arab mengibaratkan bahwa waktu adalah pedang sebagai indikasi orang yang beriman agar takut dengan waktu agar tidak terhunus akan ketajamannya. Ia dapat menemukan rasa takut jika ia selalu berfikir dan merenungkan bagaimana cara menyelamatkan hidupnya. Adapun instrospeksi diri bisa dilakukan antara lain dengan cara membuka diri dari kritik dan saran, berkumpul dengan orang saleh, dan membuka diri untuk senantiasa muhasabah atas segala hal yang telah dilakukannya. (Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si.)

Read previous post:
MERAPI-ANTARA Joko Wintolo.
PECAH WISATAWAN TAHUN BARU: Bantul Siapkan Event di Beberapa Lokasi

BANTUL (MERAPI) - Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul menyiapkan event maupun atraksi wisata di sejumlah destinasi wisata, untuk memecah konsentrasi wisatawan

Close