Kesetiakawanan Sosial

KESETIAKAWANAN adalah perasaan seseorang yang bersumber dari rasa cinta kepada kehidupan bersama atau sesama teman sehingga diwujudkan dengan amal nyata berupa pengorbanan dan kesediaan menjaga, membela, membantu, maupun melindungi terhadap kehidupan bersama. Berkaitan dengan kesetiakawanan sosial ini Allah SWT berfirman : “Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, lalu ia berkata : “Ya Rab-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” (QS Al-Munafiqun, 63 : 10). Sabda Rasulullah Muhammad SAW : “Jagalah diri kalian dari api neraka, meski hanya dengan bersedekah sepotong korma” (HR Bukhari-Muslim). Sungguh sangatlah besar faedah bersedekah sebagai realisasi dari kesetiakawanan sosial, karena sangat bermanfaat bagi kehidupan kita di dunia maupun di akhirat.

Kesetiakawanan Sosial atau rasa solidaritas sosial yang diperingati bangsa Indonesia setiap tanggal 20 Desember tiap tahun adalah merupakan potensi spritual, komitmen bersama sekaligus jati diri bangsa Indonesia sebagai bangsa yang Berketuhanan Yang Maha Esa. Oleh karena itu kesetiakawanan sosial merupakan nurani bangsa Indonesia yang merupakan suatu implementasi dari sikap dan perilaku yang dilandasi oleh pengertian, kesadaran, keyakinan tanggung jawab dan partisipasi sosial sesuai dengan kemampuan dari masing-masing. Semangat kebersamaan, kerelaan untuk berkorban demi sesama, kegotongroyongan dalam kebersamaan dan kekeluargaan merupakan nilai-nilai dasar kesejahteraan sosial, modal sosial (social capital) yang ada dalam umat dan bangsa yang harus terus-menerus digali, dikembangkan dan didayagunakan dalam mewujudkan tujuan pembangunan nasional sebagaimana dirumuskan dalam sila kelima Pancasila yakni Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sebagai nilai dasar kesejahteraan sosial, kesetiakawanan sosial harus terus direvitalisasi sesuai dengan kondisi aktual bangsa dan diimplementasikan dalam wujud nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kesetiakawanan sosial merupakan nilai yang bermakna bagi setiap bangsa yang ingin mensejahterakan segenap warganya. Jiwa dan semangat kesetiakawanan sosial dalam kehidupan bangsa dan masyarakat Indonesia pada hakekatnya sangat ditekankan dalam ajaran Islam, sebagaimana Sabda Nabi Muhammad SAW : “Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertakwa, senantiasa merasa cukup dan tersembunyi dalam beramal” (HR Muslim). Hadits yang lain : “Seseorang yang bersedekah secara tersembunyi, sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui yang disedekahkan tangan kananya” (HR Bukhari-Muslim). Ditegaskan juga bahwa kedermawanan sosial tidak akan mengurangi kekayaan seseorang, sebagaimana Sabda Rasulullah SAW : “Tidaklah sedekah itu mengurangi harta” (HR Muslim).

Kehidupan setiap manusia akan bermakna positif manakala kehidupannya berasaskan kebersamaan. Secara kodrati pun manusia selalu dituntut hidup sebagai makhluk sosial di samping sebagai makhluk individu. Oleh karena itu bantulah saudara-saudara kita yang sedang didera kesulitan dan berbagai cobaan dengan prinsip-prinsip sebagai berikut (1) Bantulah dengan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan atau mempertimbangkan untung rugi secara materi. (2) Bantulah sesuai dengan kadar kemampuan masing-masing, (3) Jangan menyinggung perasaan orang yang akan dibantu, (4) Bersikap sabar dan lemah lembut dalam bertutur kata, (5) Bantulah berdasarkan pertimbangan skala priotitas, dan (6) Bantuan yang disuguhkan bersifat edukatif, persuasif dan memberdayakan. ***

Read previous post:
MERAPI-ZAINURI ARIFIN Danrem Pamungkas memimpin Serahtijab Dandim
Korem Pamungkas Gelar Sertijab 2 Dandim

KOREM 072/Pamungkas, Jumat (20/12/2019) menggelar upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) 2 Dandim sekaligus, masing-masing Dandim 0709/Kebumen beserta Dandim 0705/Magelang. Acara

Close