HAM dalam Islam

HAK asasi manusia (HAM), atau Human Rights (Bahasa Inggris) atau Droits de l’homme (Bahasa Perancis) adalah sebuah konsep hukum dan normatif yang menyatakan bahwa manusia memiliki hak yang melekat pada dirinya karena ia adalah seorang manusia ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Hak asasi manusia berlaku kapanpun, di manapun, dan kepada siapapun, sehingga sifatnya universal. HAM pada prinsipnya tidak dapat dicabut. Agama Islam sejak jauh-jauh hari mengajarkan bahwa pandangan Allah SWT semua manusia adalah sama dan sederajat. Yang membedakan manusia adalah tingkat kesadaran moralitasnya, yang dalam perspektif Islam disebut nilai ketakwaannya. Apalagi, manusia diciptakan untuk merepresentasikan dan melaksanakan ajaran Allah di muka bumi, sudah barang tentu akan semakin memperkuat pelaksanaan Hak asasi manusia.

Dalam Pasal 1 Undang-undang No. 39 Tahun 1999 tentang HAM disebutkan bahwa Hak Asasi Manusia ( HAM ) adalah seperangkat hak yang melekat pada hakekatnya dan keberadaan manusia sebagai mahluk Tuhan yang Maha Esa, dan merupakan Anugerah-Nya yang wajib dihormati, di junjung tinggi dan di lindungi oleh Negara, hukum, pemerintah dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. HAM tidak membenarkan segala bentuk dan tindakan diskriminatif, baik berupa pembatasan, pelecehan, atau pengucilan yang baik secara langsung maupun tidak didasarkan pada pembedaan manusia atas dara agama, suku, keyakinan politik, ras, status sosial-ekonomi, jenis kelamin, golongan, bahasa, yang berakibat pengurangan, penyimpangan atau penghapusan pengakuan, pelaksanaan, atau penggunaan Hak sasi Manusia.

Adapun ketentuan Hak asasi manusia dalam Islam sebagaimana terdapat dalam Deklarasi Kairo (Cairo Declaration) adalah: 1. Hak persamaan dan kebebasan (QS. al-Isra [17]:70; an-Nisa [4]:58, dan 135; al-Mumtahanah [60]:8); 2. Hak hidup (QS. al-Maidah [5]:45 dan al-Isra [17]:33); 3. Hak perlindungan diri (QS. al-Balad [90]:12-17 dan at-Taubah [9]:6]; 4. Hak kehormatan pribadi (QS. at-Taubah [9]:6); 5. Hak berkeluarga (QS. al-Baqarah [2]:221; ar-Rum [30]:21; at-Tahrim [66]:6); 6. Hak kesetaraan wanita dengan pria (QS. al-Baqarah [2]:228 dan al-Hujurat [49]:13); 7. Hak anak dari orang tua (QS. al-Baqarah [2]:233; al-Isra [17]:23-24); 8. Hak mendapatkan pendidikan (QS. at-Taubah [9]:122 dan al-‘Alaq [96]: 5); 9. Hak kebebasan beragama (QS. al-Kafirun [109]:1-6; al-Baqarah [2]:1; al-Kahfi [18]:29); 10. Hak kebebasan mencari suaka (QS. an-Nisa [4]:97; 11. Hak memperoleh pekerjaan (QS. at-Taubah [9]:105; al-Mulk [67]:15); 12. Hak memperoleh perlakuan sama (QS. al-Baqarah [2]:275-278; An-Nisa [4]:161, dan Ali Imran [3]:130); 13. Hak kepemilikan (QS. al-Baqarah [2]:29; an-Nisa [4]:29); 14. Hak tahanan (QS. al-Mumtahanah [60]:8).

Hak Asasi Manusia dalam Islam itu melindungi lima hal; Pertama, menjaga agama. Tanpa agama manusia itu seperti hewan, hanya Islam-lah yang membimbing manusia untuk berkeyakinan terhadap agamanya. Kedua, menjaga akal. Hanya Islam-lah yang sungguh-sungguh menempatkan akal pada tempat yang terhormat. Ketiga, menjaga harta. Dalam hal kepemilikan harta, Islam adalah agama pertengahan yang mengakui hak-hak individu, sekaligus menganjurkan hidup bersosial. Keempat, menjaga kehormatan. Islam mengajarkan yang namanya kehormatan manusia harus dilindungi dengan sungguh-sungguh. Kelima, menjaga keturunan. Islam hanya mengagungkan hubungan yang bersifat halal dan menjaga keturunan bahkan hak hak harta keturunan dalam kewarisan Islam. Sungguh Hak Asasi dalam perspektif Islam itu indah, adil, selamat, membahagiakan, dan memuliakan kehormatan manusia, karena berpijak pada nilai ketauhidan yang di dalamnya mengandung ide persamaan dan persaudaraan manusia sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan Sang Maha Pencipta. ***

Read previous post:
PULUIHAN HASIL KARYA PEREMPUAN DIPAMERKAN-Dorong Kemandirian Agar Tak Jadi Korban KDRT

WATES (MERAPI) - Puluhan produk hasil karya para perempuan Kulonprogo dipamerkan di Gedung Kaca Kompleks Pemkab Kulonprogo selama dua hari,

Close