Mahabbah

KATA mahabbah berasal dari kata ahabba, yuhibbu, mahabatan, yang secara harfiah berarti mencintai secara mendalam, atau kecintaan atau cinta yang mendalam, khuusnya cinta kepada Allah SWT. Secara istilah, mahabbah merupakan perasaan rindu dan senang yang istimewa terhadap sesuatu. Perasaan demikian menyebabkan seseorang terpusat kepadanya bahkan mendorong orang tersebut untuk memberikan yang terbaik. Mahabbah dapat pula berarti al-waduud, yakni yang sangat kasih atau penyayang. Jika umat Islam mencari mahabbah atau cinta murni ini, kemudian berhasil mencapainya ia akan dimuliakan oleh Allah SWT. Firman-Nya : “Katakanlah: “Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosa kalian.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Ali Imran [3]:31).

Ada empat macam bentuk mahabbah yang harus ditumbuhsuburkan; Pertama, mahabbahtullah (mencintai Allah). Mencintai Allah Ta’ala adalah ibadah wajib dan sebagai salah satu realisasi tauhid. Orang yang beriman akan mencintai Allah Ta’ala lebih dari segalanya. Cinta Allah Ta’ala merupakan dasar cinta dari segala bentuk mencinta yang dibenarkan dalam Islam. Allah SWT berfirman : “Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman mereka sangat mencintai Allah.” (QS al-Baqarah [2]:165). Kejujuran mencintai Allah Ta’ala, tercermin dari tanda-tanda yang direalisasikan oleh seorang hamba, di antaranya: mendahulukan perkara yang Allah cintai atas selainnya, ittiba’ kepada Rasulullah, mencintai orang-orang yang mencintai Allah, membenci orang yang kufur kepada Allah dan berjihad di jalan Allah.
Kedua, mahabbatu ma yuhibbuhullah (mencintai apa saja yang dicintai oleh Allah).

Ibn Qayyim al-Jauziyyah menjelaskan bahwa kategori cinta (mahabbah) inilah yang memasukkan seseorang ke dalam Islam serta mengeluarkannya dari kekufuran. Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah orang-orang yang paling hebat dalam ber-mahabbah ma yuhibbuhullah. Firman-Nya: “Dan berbuat baiklah kalian, karena sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.” (QS al-Baqarah [2] : 195). “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS al-Baqarah [2] : 222). “Sebenarnya barang siapa menepati janji dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.” (QS Ali Imran (3):76).

Ketiga, cinta untuk dan karena Allah Ta’ala. Dari Anas radhiallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda. “Tiga perkara jika itu ada pada seseorang maka ia akan merasakan manisnya iman; orang yang manjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya, mencintai seseorang yang ia tak mencintainya kecuali karena Allah, dan benci untuk kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkannya dari kekafiran tersebut sebagaimana ia benci untuk masuk neraka.” (HR. Bukhari-Muslim). Makna manisnya iman adalah menikmati ketaatan-ketaatan dan mampu menanggung beban dalam agama, serta mendahulukan itu semua dari materi dunia. Kecintaan seorang hamba karena Allah direalisasikan dengan menjalankan ketaatan kepada Allah dan meninggalkan yang menyelisihinya begitupula kecintaan kepada rasul.

Keempat, al-mahabbah ma’a-Allah. Firman Allah SWT: “Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.” (QS al-Baqarah [2]: 165). Ibn Qayyim al-Jauziyyah menjelaskan bahwa barangsiapa yang ber-mahabbah ma’allah terhadap sesuatu (bukan lillah atau fillah), maka ia berarti telah menjadikan sesuatu yang ia cintai selain Allah itu sebagai tandingan terhadap Allah. Ini adalah mahabbahnya kaum musyrikin yang harus ditinggalkan dan dijauhi. ***

Read previous post:
BRIPKA WAHYUDIYANTO KORBAN BOM KUNINGAN BERPULANG-15 Tahun Berjuang Melawan Luka Ledakan Bom

BANGUNTAPAN (MERAPI) - Bripka Wahyudianto (45), anggota Polsek Kotagede yang tahun 2004 menjadi salah satu korban selamat ledakan bom di

Close