KHAUF

SESUNGGUHNYA rasa takut memiliki kedudukan yang tinggi, dan bermanfaat bagi hati orang yang beriman . Takut yang dimaksud adalah rasa takut kepada Allah. Rasa takut kita kepada Allah adalah wajib. Takut inilah yang menjadi bukti keimanan seseorang. “Jangan kalian takut kepada mereka, takutlah kepada Allah kalau kalian orang Mukmin.” (QS. Ali-Imran [3] : 175) Takutnya kepada Allah sampai membuat hati ini bergetar ketika nama Allah disebut. Itu rasa takut yang dimiliki seorang mukmin yang hakiki. “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka.” (QS. Al-Anfal [8]: 2). Dalam ayat yang lain, Allah Ta’ala berfirman, “Dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk).” (QS. Al-Baqarah [2] : 40). Dalam surat Al-Maidah, Allah memerintahkan kita agar jangan takut kepada manusia, “Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku.” (QS. Al-Maidah [5] : 44).

Orang yang paling takut kepada Allah adalah orang yang paling mengetahui dirinya dan Rabb-nya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Aku adalah orang yang paling tahu di antara kalian tentang Allah. Oleh karena itu, aku (adalah) orang yang paling takut di antara kalian kepada-Nya.” (HR. Bukhari-Muslim). Rasulullah menjelaskan bahwa orang yang takut kepada Allah adalah orang-orang yang berilmu, sebagaimana firman Allah, “Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama.” (QS. Fathir [35] : 28). Jika pengetahuan semakin sempurna, maka akan berpengaruh terhadap rasa takut yang kemudian akan mempengaruhi hati dan seluruh anggota tubuh. Rasa takut akan membuat anggota tubuh menghentikan perbuatan durhaka dan mendorongnya untuk taat kepada Allah.

Cara untuk menggugah rasa takut dapat ditempuh dengan dua cara, dimana kedudukan yang satu lebih tinggi daripada yang lain. Pertama, takut terhadap azab-Nya. Ini merupakan rasa takut yang secara menyeluruh menghinggapi manusia. Rasa takut ini melemah karena iman yang lemah atau kelalaian yang menguat. Untuk menghilangkan kelalaian ini, bisa dilakukan dengan mengingat dan memikirkan siksa di akhirat, serta memperhatikan orang-orang yang takut kepada Allah dan ikut bergaul bersama mereka. Kedua, takut kepada Allah. Tingkatan ini merupakan rasa takutnya para ulama. Allah berfirman, “Dan Allah memperingatkan kalian terhadap diri-Nya.” (QS. Ali Imran [3] : 30). Jika pengetahuan semakin sempurna, maka akan berpengaruh terhadap rasa takut yang kemudian akan mempengaruhi hati dan seluruh anggota tubuh. Rasa takut akan membuat anggota tubuh menghentikan perbuatan durhaka dan mendorongnya untuk taat kepada Allah.

Khauf atau takut itu harus disertai dengan dua sifat lain sebagai penyeimbang kepribadian seorang mumin, yakni raja’ (berharap) dan mahabbah (cinta). Tiga hal ini harus dimiliki secara bersamaan ketika beribadah kepada Allah. Khaufnya ada, mahabbahnya ada, raja’nya juga ada. Kumpulkan, padukan ketiga rasa itu ketika kita beribadah. Shalat umpamanya, khaufnya ada. Takut shalat kita ini ditolak oleh Allah, takut shalat ini tidak diterima, takut shalat ini malah mengundang adzab karena ada kekeliruan, kesalahan. Karena ada orang yang shalat tapi diancam dengan adzab. “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya,” (QS. Al-Ma’un [107] : 6). Khawatir riya’ itu ada ketika kita shalat. Raja’ (harapannya) ada. Berharap ampunan dan keridhaan Allah dengan shalat ini. Cintanya juga ada, sehingga kita merasakan betah ketika dialog dengan Allah dalam shalat kita. Tiga-tiganya ini harus senantiasa menyatu dalam setiap ibadah kita, baik ibadah bahdhah maupun ghairu mahdhah. ***

Read previous post:
OBAT TERLARANG GAGAL DISELUNDUPKAN KE LAPAS CEBONGAN-Ada Pil Koplo di Balik Oseng Tempe

MLATI(MERAPI)-Upaya penyelundupan obat-obatan terlarang ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Sleman berhasil digagalkan petugas, Kamis (24/10). Setidaknya tiga orang

Close