Husnudzon

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berburuk sangka (kecurigaan), karena sebagian dari berburuk sangka itu dosa.” (Q.S.Al-Hujurat :12)

KONTROVERSI, setiap hari itulah yang selalu terjadi mewarnai kehidupan masyarakat kita dalam menyikapi sesuatu. Apalagi di media sosial…yang semua orang bebas untuk beropini, semuanya menjadi ahli teori konspirasi. Di luar negeri, teori konspirasi ini memang bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakatnya. Sebagai contoh dalam masalah gosip kematian PAUL MC CARTNEY, musisi band legendaris THE BEATTLES. MC CARTNEY yang asli diisukan sudah meninggal lama, saat band ini di puncak popularitasnya. Dan menurut teori konspirasi yang dikembangkan, yang masih berkarya hingga hari ini adalah PAUL MC CARTNEY pemeran pengganti. Era 50-60-an itu diputuskan untuk merahasiakan kematian PAUL agar fans THE BEATTLES tidak lari.

Di AMERIKA, lebih seru dan dahsyat lagi. Banyak orang Amerika bahkan dunia yang meyakini bahwa ELVIS PRESTLEY masih hidup hingga hari ini. Begitu juga dalam BAB kematian KING OF POP, MICHAEL JAKSON…beredar viral dunia, video seorang laki-laki dengan perawakan mirip MICHAEL JACKSON turun dari ambulan yang membawanya ke rumah sakit. Yang terbaru dalam kematian aktor tampan PAUL WALKER, PAUL WALKER juga diyakini oleh publik masih hidup. Kecelakaan mobil yang dialaminya dianggap sebagai rekayasa untuk menghindari utang pajaknya yang menggunung.

Di masa PERANG DUNIA II, pada era 1945-an, perang tidak hanya terjadi di lapangan. Tetapi juga perang propaganda. Perdana Menteri INGGRIS, SIR WINSTON CHURCILL adalah seorang opinion leader yang mahir. Saat itu dikenal teori BIG LIE.Orang-orang Jerman menyebutnya DE ARGENTUM AT NASSEUM. Bahwa KEBOHONGAN yang diceritakan terus menerus, pada akhirnya akan dianggap sebagai KEBENARAN. Tidak peduli apakah contain itu jujur atau dusta, yang penting disampaikan terus menerus…lambat laun orang akan menganggapnya sebagai fakta.

Nah, efek buruk dari penggunaan medsos pada saat ini adalah berkembangnya cara berfikir konspiratif itu. Padahal basis dari cara berfikir konspiratif itu adalah FITNAH dan BURUK SANGKA (SUUDZON). Maka, di awal tulisan ini saya cantumkan Q.S.Al-Hujurat ayat ke-12. Agar kita belajar untuk selalu berfikir positif dan berbaik sangka (HUSNUDZON). Karena akhlak yang baik akan terbentuk jika kerangka berfikir kita selalu positif. Wallahu A’lamu bishawwab. ***

Read previous post:
MERAPI-ANTARA Sri Purnomo.
BUPATI SLEMAN BERHARAP: PLN Jamin Ketersediaan Listrik

SLEMAN (MERAPI) - Bupati Sleman Sri Purnomo meminta PLN untuk menjamin ketersediaan pasokan listrik di wilayah setempat, guna menunjang sektor

Close