KETELADANAN ORANGTUA

PENDIDIKAN anak dalam keluarga bersifat istimewa dan utama. Kehidupan dalam keluarga adalah pengalaman pertama dan paling penting bagi seorang anak. Apabila orangtua tidak berperan secara optimal
dalam mendidik anak, akan muncul berbagai masalah dalam kehidupan anak, seperti; terjerumus pergaulan yang salah, emosi yang sangat labil, tidak memiliki tujuan hidup atau cita-cita yang pasti, malas beraktivitas,
menentang dan membantah otoritas orangtua, performa dan prestasi belajar yang secara tiba-tiba sangat menurun, sering berkhayal, tapi tak bisa membuat rencana untuk mewujudkannya, perilaku seks menyimpang
(menyukai sesama jenis/seks bebas), dan melakukan berbagai kekerasan. Guna menghindari berbagai permasalahan tersebut dan untuk menguatkan sikap optimis orangtua dalam mendidik anak, maka perlu
memahami konsep pendidikan anak dalam keluarga, yang salah satunya adalah tentang metode pendidikan anak.

Menurut Abdullah Nashih Ulwan dalam bukunya “Pedoman Pendidikan Anak Dalam Islam”, terdapat banyak metode pendidikan anak dalam keluarga; antara lain: Pertama, metode keteladanan. Perilaku memiliki
kekuatan yang lebih besar dibandingkan dengan kata-kata. Oleh karena itu, sangat penting bagi orangtua untuk menampilkan perilaku positif baik di rumah maupun di luar rumah, sehingga akan menjadi contoh untuk
anak-anak. Membiasakan perilaku positif untuk diri sendiri sama dengan memberikan pendidikan kebaikan pada anak dan anggota keluarga yang lain. Nasihat dari orangtua yang tidak masuk ke dalam dir anak biasanya
disebabkan oleh orangtua yang tidak menyeimbangkan antara ucapan dengan tindakan. Anak membutuhkan contoh yang berupa perilaku, tidak cukup hanya sekadar petuah dan nesihat. Satu kali perbuatan yang
dicontohkan lebih baik dari seribu nasihat yang tdak diterapkan secara konsisten.

Kedua, metode pembiasaan. Di dunia entertainment (hiburan), kita sering melihat iklan produk tertentu diulang sampai berkali-kali dalam tiap jamnya. Apakah tujuan dan fungsi dari pengulangan berulangkali
tersebut? Pengulangan bertujuan untuk memperkuat daya ingat para pendengar dan pemisa tentang suatu produk yang ditawarkan. Sama dengan metode pembiasaan, agar pendidikan yang diterima anak tertanam
secara otomatis, maka orangtua perlu menjadikannya sebagai kebiasaan. Cara paling mudah untuk menjadikan perilaku sebagai kebiasaan adalah dengan melakukannya secara teratur. Hidup yang teratur, ketaatan kepada
kesepakatan yang telah dirumuskan bersama, keberanian untuk menerima sangsi atas pelanggaran kesepakatan yang telah dibuat, merupakan pembiasaan baik yang harus ditegakkan dalam keluarga.

Ketiga, metode penghargaan dan hukuman. Di saat aturan bersama sudah ditetapkan melalui diskusi dengan anak, tahap selanjutnya adalah waktu bagi seluruh anggota keluarga untuk berlatih mentaatinya. Anak-
anak memang tidak bisa berubah dalam sekali waktu. namun bukan berarti orangtua bisa meloloskan mereka begitu saja saat mereka melakukan kesalahan dan pelanggaran. Inilah fungsi dari metode penghargaan dan hukuman. Dukung, kuatkan dan puji anak saat ia berhasil mentaati aturan keluarga, dan berikanlah hukuman
untuk membuat anak jera dan menyadari kesalahannya. Hukuman dan penghargaan merupakan alat pendidikan yang efektif untuk memberikan penguatan yang positif atas berbagai kejujuran dan kedisiplinan anak dalam mengikuti aturan yang telah dsepakati bersama.

Keempat, metode mendongeng. Anak-anak paling suka dibacakan dongeng atau mendengarkan kisah tokoh-tokoh yang sangat terkenal, baik tokoh fiktif mapun tokoh senyatanya. Orangtua dapat manfaatkan
metode mendongeng untuk menanamkan prinsip kebaikan pada anak; misalnya dengan membacakan kisah para Nabi dan Rasul atau tokoh-tokoh pejuang bangsa Indonesia. Kemudian ceritakan pada anak-anak bahwa
kebaikan para Nabi, Rasul, dan para pejuang kemerdekaan Bangsa Indonesia ini harus kita terapkan di dalam kehidupan sehari-hari. Penanaman nilai-nilai karakter pada anak juga sangat efektif melalui metode bercerita ini. Anak-anak akan memerankan dirinya sebagaimana tokoh yang tertulis dalam cerita itu. Di sinilah pentingnya
orangtua encarikan cerira-cerita yang heroik sehingga akan membentuk kepribadian anak.

Kelima, metode latihan dan praktik. Kebiasaan baik yang orangtua ajarkan tidak bisa membuat anak berubah dalam sekali waktu. Orangtua harus bersabar dan konsisten dalam mencontohkan kebaikan. Jadi,
metode yang paling tepat untuk ini adalah terus melatih anak untuk praktik. Praktik yang berulang-ulang dan terprogram ini akan membawa keberhasilan dalam pendidikan anak. Kalau anak telah menguasai suatu prestasi yang diperolehua melalui latihan yang rutin dan tertib, maka akan memunculkan rasa percaya diri dan semangat untuk berprestasi dan berprestasi. Kepuasan berprestasi ini akan menjadi bekal untuk meraih kesuksesan dan capain yang berikutnya. Sebagai orangtua kita boleh gagal pada bidang-bidang kehidupan yang banyak, tetapi jangan gagal dalam pendidikan anak. Pendidikan anak merupakan investasi masa depan yang paling penting kaitanhya dengan menyongsong kehidupan masa depan yang lebih baik. Semoga!!!

Read previous post:
SMAN 7 Yogya Gelar Pemilos Berbasis IT

YOGYA (HARIAN MERAPI) - SMA Negeri 7 Yogyakarta menggelar Pemilihan Osis (Pemilos) yang berbasis informasi teknologi (IT) di Bangsal Wiyata

Close