ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ALLAH Yang Maha Pemberi Rizki telah menciptakan alam raya ini dengan sebenarnya. Alam semesta yang indah ini adalah benar-benar hadir dan sekaligus merupakan salah satu bukti keagungan penciptanya. Allah juga telah menciptakan hukum-hukumnya yang berlaku umum yang menunjukkan ke Maha Kuasaan-Nya dan Keesaan-Nya. Langit dan bumi serta segala isinya diciptakan Allah secara serasi dan teratur.

Kaitannya dengan keserasian alam ciptaan-Nya ini Allah berfirman: “Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar dan (Dialah juga) pada masa (hendak menjadikan sesuatu) berfirman : “Jadilah”, lalu terjadilah ia. Firman-Nya itu adalah benar dan bagi-Nyalah kuasa pemerintahan pada hari ditiupkan sangkakala. Dia yang mengetahui segala yang ghaib dan yang nyata dan Dialah Yang Maha Bijaksana, lagi Maha mendalam pengetahuan-Nya.” (QS. Al-An’am : 73).

Dengan dideklarasikannya kedudukan manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi ini, sebenarnya manusia telah diberi tanggung jawab yang sangat besar, yaitu diserahi untuk mengelola bumi dengan segala isinya. Firman-Nya: “Dialah Allah yang menjadikan segala yang ada di bumi unutk kamu, dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu”. Q.S. Al-Baqarah :29).

Dalam ayat ini ditegaskan bahwa Allah telah menganugerahkan karunia yang besar kepada manusia, menciptakan langit dan bumi untuk manusia, untuk diambil manfaatnya, sehingga manusia dapat menjaga kelangsungan hidupnya dengan menjaga alam dan agar manusia berbakti kepada Allah penciptanya, kepada keluarga, dan masyarakat. Anugerah Allah SWT yang sangat besar ini, haruslah dimenej dengan baik, sebagai salah satu bentuk kesyukuran manusia.

Dalam konteks mensyukuri nikmat Allah atas segala sesuatu yang ada di alam ini untuk manusia, menjaga kelestarian alam bagi umat Islam merupakan upaya untuk menjaga limpahan nikmat Allah secara berksinambungan. Sebaliknya, membuat keruskan di muka bumi, akan mengakibatkan timbulnya bencana terhadap manusia. Allah sendiri membenci orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi. Firman Allah: “Dan carilah pada apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu(kebahagiaan)negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagiamu dari ( kenikmatan ) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain ) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”. (Q.S Al-Qashas :77).

Tanggung jawab manusia menjaga kelangsungan makhluk itulah kiranya yang mendasari Nabi Muhammad SAW untuk mencadangkan lahan-lahan yang masih asli untuk tidak dikelola sebagai ladang pertanian, dan sebagainya. Ada kawasan tertentu yang dibuat sebagai “paru-paru bumi”, yang siap mensuplai oksigen bagi kehidupan manusia. Rasulullah SAW pernah mengumumkan kapada pengikutnya tentang suatu daerah sebagai suatu kawasan yang tidak boleh digarap. Kawasan lindung itu, dalam syariat dikenal dengan istilah hima. Rasulullah Muhammad SAW mencadangkan hima semata-mata untuk menjaga ekosistem suatu tempat agar dapat terpenuhi kelestarian makhluk yang hidup di dalamnya.

Oleh karena itu kita hendaknya mencontoh Rasulullah SAW dalam menjaga kelestarian lingkungan. Sebagai motivasi, Allah telah menjanjikan kebahagiaan akhirat bagi orang yang tidak berbuat kerusakan atau bahkan melarang orang berbuat kerusakan, sebagaimana firman-Nya: “Negeri akhirat itu Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan di muka bumi, dan kesudahan yang baik itu adalah bagi orang yang bertakwa”. (Q.S. Al-Baqarah : 83).

Melihat banyaknya kandungan Al-Qur’an dan Hadits Nabi yang membahas perintah menjaga lingkungan, hendaknya kita mau menyadari dan merenungkan apa yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits. Semoga dengan tumbuhnya kesadaran umat Islam dalam beragama khusunya tentang perintah menjaga keseimbangan alam dapat mengontrol pengolahan sumber daya alam yang ada dengan bijak, dan akan menyerahkan kepada generasi penerusnya alam sekitar yang lebih ramah kepada anak cucu kita. Aamiin. ***

Read previous post:
CEGAH PEREDARAN NARKOTIKA DI LAPAS-Kanwil Kemenkumham DIY Tingkatkan Sinergi

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Peredaran serta penyalahgunaan narkotika dengan berbagai macam modus operandi di lingkungan lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan

Close