Pendidikan Anak Dalam Keluarga

PENDIDIKAN anak dalam keluarga Islam merupakan perintah Allah SWT sebagaimana firman-Nya “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”(QS. At-Tahrim ayat 6). Ayat ini menggambarkan bahwa pendidikan itu dimulai dari rumah. Suami dan istri harus saling membantu menciptakan suasana harmonis dalam keluarga, menunjukkan kebaikan kepada anak melalui perilaku positif dan saling menjaga agar terhindar dari keburukan. Ditetapkannya 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional menunjukkan keseriusan negara dalam mendorong setiap keluarga untuk memperhatikan arti pendidikan untuk anak.

Setiap muslim haruslah memiliki keinginan untuk mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Setiap anggota keluarga harus memiliki peran dan menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya. Sang suami sebagai kepala rumah tangga haruslah memberikan teladan yang baik dalam mengemban tanggung jawabnya karena Allah SWT akan mempertanyakannya di hari akhir kelak. Pendidikan anak dalam keluarga bersifat istimewa dan utama. Karena kehidupan dalam keluarga merupakan pengalaman pertama bagi seorang anak. Apabila orangtua tidak berperan secara optimal dalam mendidik, akan muncul berbagai masalah dalam kehidupan anak, seperti terjerumus pergaulan yang salah, emosi yang labil, tidak memiliki tujuan hidup atau cita-cita, malas beraktivitas, menentang dan membantah orangtua, performa dalam belajar menurun dan prstasi belajar menurun, sering berkhayal, tapi tak bisa membuat plan atau rencana untuk mewujudkannya, perilaku seks menyimpang (menyukai sesama jenis/seks bebas), dan melakukan berbagai tindak kekerasan serta berbagai agresivitas yang lain.

Kaitannya dengan pendidikan anak dalam lingkungan keluarga, ada beberapa metode yang bisa dimanfaatkan; Pertama, metode keteladanan; yakni orangtua dituntut untuk menampilkan perilaku positif baik di rumah maupun di luar rumah, mengingat membiasakan perilaku positif untuk diri sendiri sama dengan memberikan pendidikan kebaikan pada anak secara tidak lagsung. Kedua, metode Pembiasaan. Agar pendidikan yang diterima anak tertanam secara otomatis, maka orangtua perlu menjadikannya sebagai kebiasaan. Cara paling mudah untuk menjadikan perilaku sebagai kebiasaan adalah dengan melakukannya secara teratur. Ketiga, metode nasihat. Anak-anak sebenarnya bukannya tidak suka dengan nasihat, hanya orangtua saja yang belum faham cara yang tepat untuk memberikan nasihat. Dekati pelan-pelan dan ciptakan kenyamanan terlebih dahulu; saat kenyamanan itu tercipta, anak pasti mau berbicara dengan orangtua dan mau mendengar segala nasihat oragtua.

Adapun metode pendidikan yang keempat adalah latihan dan praktik. Kebiasaan baik yang diajarkan kepada anak tidak bisa membuat anak berubah dalam sekali waktu, melainkan harus dilatihkan dan dipraktikkan. Orangtua harus bersabar dan konsisten dalam mencontohkan kebaikan. Kelima, metode perintah dan larangan. Orangtua harus menetapkan aturan dan ketentuan yang jelas dan tegas untuk anaknya. Orangtua harus memberitahu anak, mana hal-hal yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan. Saat aturan sudah ditetapkan melalui diskusi dengan anak, selanjutnya adalah waktu bagi mereka untuk berlatih mentaatinya. Keenam, metode mengambil hikmah dari suatu kondisi. Setiap kesalahan yang anak lakukan, adalah metode pembelajaran nyata bagi mereka. Jika memungkinkan, orangtua pun bisa berbagi kesalahan yang telah diperbuat dan menjadikannya sebagai pembelajaran bersama-sama. Namun sayangnya, jarang orangtua yang berani mengakui kesalahannya. Belajar mengakui kesalahan untuk diambil hikmah dari peristiwa itu merupakan metode pembelajaran yang penting juga unuk meningkatkan metode pendidikan anak. (*)

Read previous post:
MERAPI-ANTARA Nugroho Eko Setyanto.
DISBUD BANTUL GELAR FESTIVAL PASEBAN: Menggerakkan Perekonomian Kawasan Alun-alun

BANTUL (MERAPI) - Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Bantul, akan menyelenggarakan Festival Paseban di Lapangan Paseban depan kompleks perkantoran pemerintah daerah

Close