Syahrul Shabr

Oleh : Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si.

ADALAH sebuah anugerah yang sangat besar ketika seorang hamba menjumpai bulan Ramadhan yang diberkahi ini, karena ia akan memetik sekian banyak faedah yang besar jika ia benar-benar memanfaatkan bulan yang agung ini untuk beribadah kepada Allah dengan sebaik-baiknya. Di antara faedah yang besar itu adalah diraihnya kesabaran, baik dalam melakukan ketaatan kepada Allah SWT, menjauhi kemaksiatan, maupun di dalam menghadapi taqdir Allah yang terasa berat dirasa olehnya. Allah SWT dan Rasul-Nya Muhammad SAW memerintahkan untuk bersabar dan memuji orang-orang yang bersabar serta mengabarkan bahwa mereka memiliki kedudukan yang tinggi dan kemuliaan yang mahal dalam banyak ayat Alquran maupun Hadits Nabi. Firman Allah:“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas” (Az-Zumar:10). Dalam ayat lain: “Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” (Al-Baqarah:153). Sabda Nabi SAW: “Dan barangsiapa berusaha bersabar, maka Allah akan menjadikannya bersabar” (HR. Bukhari).

Firman Allah SWT:“Dan sungguh telah didustakan para Rasul sebelummu, maka mereka pun bersabar menghadapi pendustaan terhadap mereka dan mereka juga disakiti sampai tibalah pertolongan Kami.” (QS. Al-An’am : 34). Semakin besar gangguan yang diterima niscaya semakin dekat pula datangnya pertolongan/kemenangan. Dan bukanlah pertolongan/kemenangan itu terbatas hanya pada saat seseorang pendakwah masih hidup saja sehingga dia bisa menyaksikan buah dakwahnya terwujud. Akan tetapi yang dimaksud pertolongan itu terkadang muncul di saat sesudah kematiannya. Yaitu ketika Allah menundukkan hati-hati umat manusia sehingga menerima dakwahnya serta berpegang teguh dengannya. Sesungguhnya hal itu termasuk pertolongan yang didapatkan oleh pendakwah ini meskipun dia sudah mati. Maka wajib bagi para da’i/penggerak dakwah untuk bersabar dalam melancarkan dakwahnya dan tetap konsisten dalam menjalankannya. Hendaknya dia bersabar dalam menjalani agama Allah yang sedang didakwahkannya dan juga hendaknya dia bersabar dalam menghadapi rintangan dan gangguan yang menghalangi dakwahnya.

Di dalam bulan Ramadhan terdapat sikap menahan lisan dari dusta, menipu, sia-sia, mencela, mencerca, teriak, debat, menggunjing, mengadu domba, mencegah anggota tubuh lainnya dari melakukan seluruh kemaksiatan, dan semua ini harus ditinggalkan di bulan Ramadhan maupun di luar bulan Ramadhan. Sedangkan menjauhi kemaksiatan-kemaksiatan ini membutuhkan kesabaran,sehingga seorang hamba sanggup menjaga dirinya agar tidak terjatuh ke dalamnya. Pada bulan Ramadhan terdapat juga sikap meninggalkan makan dan minum serta semua yang terkait dengannya, sedangkan nafsunya menginginkannya. Demikian pula menahan diri dari apa yang Allah bolehkan berupa mengikuti syahwat dan kelezatan, seperti mendekati istri dan pendahuluannya, dan semua ini jiwa tidaklah bisa meninggalkannya kecuali dengan kesabaran, maka kesimpulannya Ramadhan mencakup seluruh jenis kesabaran.

Sesungguhnya bulan Ramadhan adalah madrasah yang agung dan bangunan keimanan yang tinggi, yang para hamba mengambil darinya banyak ibroh dan pelajaran bermanfaat yang mendidik jiwa dan meluruskannya pada bulan Ramadhan ini dan di sisa umurnya. Dan salah satu pelajaran besar yang diambil oleh orang-orang yang berpuasa di bulan yang agung dan musim yang diberkahi ini adalah membiasakan diri dan membawanya kepada kesabaran. Oleh karena itu, terdapat dalam beberapa Hadits, bahwa Nabi yang sangat penyayang Muhammad SAW mensifati bulan Ramadhan dengan Syahrul Shabr (Bulan Kesabaran).

Read previous post:
MERAPI-TEGUH Deruk Srilanka yang benar-benar masih langka di pasaran.
Deruk Srilanka Masih Langka

DERUK Srilanka (Suratinsis) salah satu deruk etnis paling banyak diburu hobiis dan penggemar burung anggungan. Meski secara fisik lebih kecil

Close