Syahrul Judd


Oleh : Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si.

BULAN Ramadhan juga dinamakan Syahrul Judd (Bulan Kemurahan) karena pada bulan ini Allah SWT memberikan keutamaannya bagi orang-orang yang berlaku murah hati serta dermawan untuk menolong dan membantu sesama. Kedermawanan yang dikerjakan pada bulan Ramadhan akan dilipatgandakan pahalanya, dan banyak membantu saudara-saudara kita yang hidupnya kurang beruntung. Anas RA menyampaikan, ditanyakan kepada Rasulullah Muhammad SAW, “Sedekah manakah yang paling utama?” jawab Rasulullah SAW, “Sedekah di Bulan Ramadhan”. (HR At-Tirmidzi). Ibnu ‘Abbas RA berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar bersedekah. Semangat beliau dalam bersedekah lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan, tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya di bulan Ramadhan. Jibril mengajarkan Al-Qur’an kala itu. Dan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup.” (HR. Bukhari).

Ada beberapa keutamaan berderma di bulan Ramadhan; Pertama, rajin berderma pada bulan Ramadhan berarti membantu orang yang berpuasa, orang yang melakukan shalat malam (shalat Tarowih dan Witir), banyak membaca Alquran dan orang yang berdzikir supaya mereka mudah dalam beramal. Orang yang membantu di sini akan mendapatkan pahala seperti pahala mereka yang beramal, tanpa dikurangi sedikitpun. Sebagaimana Nabi Muhammad SAW menyebutkan keutamaan orang yang memberi makan buka puasa, “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi). Di bulan Ramadhan, Allah SWT juga berderma kepada orang-orang yang berpuasa dengan memberikan rahmat, ampunan dan pembebasan dari api neraka, lebih-lebih lagi di malam Lailatul Qadar (Malam Kemulyaan).

Kedua, menggabungkan antara puasa dan sedekah adalah sebab seseorang dimudahkan masuk surga. Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut, Dari ‘Ali RA, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya di surga ada kamar yang luarnya bisa dilihat dari dalamnya dan dalamnya bisa dilihat dari luarnya.” Lantas orang Arab Badui ketika mendengar hal itu langsung berdiri dan berkata, “Untuk siapa keistimewaan-keistimewaan tersebut, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Itu disediakan bagi orang yang berkata yang baik, memberi makan (kepada orang yang butuh), rajin berpuasa, dan melakukan shalat di malam hari ketika manusia terlelap tidur.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad). Sifat-sifat mulia yang disebutkan di atas semuanya terkumpul di bulan Ramadhan. Karena orang beriman akan mengumpulkan pada dirinya amalan puasa, shalat malam Shalat Tarowih dan Witir), sedekah dan berkata yang baik di mana ketika berpuasa dilarang berkata kotor dan sia-sia.

Ketiga, dalam berpuasa setiap kita pasti ada kecacatan dan kekurangan, dan sedekah itulah yang menutupi kecacatan dan kekurangan tersebut. Oleh karenanya di akhir Ramadhan, kaum muslimin disyari’atkan menunaikan zakat fitrah. Tujuannya adalah menyucikan orang yang berpuasa. Disebutkan dalam hadits, Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari kata-kata yang sia-sia dan dari kata-kata kotor, juga untuk memberi makan kepada orang miskin.” (HR Abu Daud dan Ibnu Majah). Islam menghendaki agar di Hari Raya ‘Idul Fitri yang penuh dengan kebahagiaan dan kemenangan itu jangan sampai ada saudara kita yang tidak dapat menikmati Hari Kemenangan itu dikarenakan ketidakmampuannya. Inilah indahnya berbagi di bulan Ramadhan yang penuh keberkahan.

Read previous post:
MERAPI-SUKRO RIYADI AKP Rudy Prabowo menunjukkan barang bukti sitaan dari tangan tersangka.
Berlagak Peduli Siskamling, Jebul Hobi Nyuri

BANTUL (MERAPI)- Petugas Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Bantul membekuk komplotan pencuri spesialis handphone dengan sasaran tempat kos-kosan. Dalam

Close