Tetap Serakah di Usia Senja


Oleh : Ustadz H. IIP WIJAYANTO

Hati orang yang tua renta senantiasa muda dalam mencintai dua perkara: Hidup yang panjang dan cinta terhadap harta.” {H.R.Bukhari: 6420}

ALHAMDULILLAH, bulan Ramadan sudah tiba. Kita bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat untuk dapat kembali menikmati bulan Ramadan di tahun ini. Dan kita juga berdoa, semoga dipertemukan kembali dengan Ramadan di tahun yang akan datang dalam keadaan yang sehat wal afiat, dan bisa beribadah sebaik-baiknya. Amiin ya Allah. Dalam perjalanan waktu, bergantinya tahun…tanpa terasa usia kita-pun akan terus beranjak senja. Sudah banyak Ramadan yang kita temui. Seharusnya, usia yang semakin senja dan renta membuat seseorang menjadi lebih mawas diri dan bijaksana dalam memahami hidup. Memberi jarak kepada nafsu duniawiyah dan serius mengumpulkan bekal untuk akhirat. Menghindari fitnah dan provokasi, menjaga lisan…jikapun berbicara, isinya adalah nasihat dan kebaikan.

Ujian bagi orang yang sudah tua biasanya, ingin hidup terus dan merasa tidak akan mati dan cinta berlebihan terhadap harta dan tahta. Itu yang telah Rasulullah SAW peringatkan dalam hadiest di awal tulisan ini. Maka itulah jawaban, kenapa banyak orang-orang tua yang kemudian masih saja terjerat dalam skandal korupsi.Semua ingin diambil dan dikuasai. Tidak perduli itu milik siapa. Asset yang diperjuangkan bersama oleh ummat-pun, harus menjadi miliknya. Jika dia punya power, maka nepotisme yang dipraktekkannya gila-gilaan. Seluruh anak-anaknya harus jadi pejabat. Gila jabatan , meski diwujudkan melalui anak keturunan adalah penyakit hati para orang-orang tua yang lazim terjadi.

Dan sifat SERAKAH…itu tidak akan pernah berhenti, jika kita tidak berusaha menge-remnya. Ibnu Zubair berkata: “Wahai manusia! Sesungguhnya Nabi SAW bersaba, ‘ Sungguh, seandainya anak Adam diberikan satu lembah yang penuh dengan emas, pasti dia ingin memiliki lembah yang kedua, dan jika seandainya dia sudah diberikan yang ke dua, pasti dia ingin mempunyai yang ke tiga. Tidak ada yang menutup perut anak Adam kecuali tanah, dan Allah SWT menerima taubat bagi siapa saja yang bertaubat.” {H.R.Bukhari:6438}

Ramadan adalah bulan di mana kita memiliki kesempatan untuk interospeksi diri dan bertaubat. Agar nikmat usia menjadi modal yang menyelamatkan kita, bukan justru sebaliknya bertambah usia membuat kita menjadi semakin terjerumus ke dalam lingkaran dosa yang menjerumuskan ke neraka. Orang tua tidak selamanya benar terus pendapatnya. Butuh keberanian dan kebesaran hati untuk mengakui jika ia salah dan khilaf. Wallahu A’lamu Bishawwab. (*)

Read previous post:
ilustrasi
Bius Kecubung

HANYA gara-gara ingin merampas HP, pelaku kejahatan HC (32), warga Gunungkidul yang tinggal di wilayah Ngaglik Sleman, nekat menyekap Salafudin

Close