Tolak Politik Suap untuk Menyelamatkan Bangsa


KITA harus mengakui bahwa yang membuat negara kita begitu sulit untuk maju, karena korupsi meraja lela. KPK sudah menunjukkan kinerja seriusnya dengan meng-OTT, para politikus yang berencana menyebarkan amplop suap kepada calon pemilih. Tapi, ternyata ini tidak membuat para caleg jadi gentar. Upaya untuk “membeli” kursi terus dilakukan. Dimulai dengan para tim sukses yang mencari check list dukungan. Jika mereka sudah tanda tangan kesiapan untuk mendukung, maka hari-hari tenang menjelang coblosan seperti inilah yang digunakan oleh para tim sukses caleg untuk menyebar logistic suapnya.

Inilah awal dari praktik korupsi yang terus menerus terjadi. Ketika para politikus membeli jabatannya dengan cara menyebarkan suap kepada pemilihnya. Kenapa mereka korupsi…? Karena mereka mengeluarkan modal awal hingga harus berutang yang teramat sangat besarnya. Dan korupsi itu juga dilakukan untuk mencari bekal logistik pada pemilu yang akan datang, agar terpilih kembali.
Suap ini jugalah yang menjadi sebab, maraknya bencana alam. Tsunami, gempa bumi, erupsi gunung berapi, angin puting beliung, longsor dan lain sebagainya. Rasulullah SAW bersabda: “Laknat Allah kepada pemberi suap dan penerima suap…” {H.R.Ahmad}

Maka menolak tegas upaya suap adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan bangsa dan negara. Karena dengan cara itu, maka peluang orang-orang yang baik dan jujur untuk duduk di parlemen menjadi terbuka. Jika wakil rakyat, memulai kampanye politiknya dengan biaya murah… maka insya Allah, ia pun akan terjaga dari niat korupsi…karena tidak ada kewajiban bagi yang bersangkutan mengembalikan modal politiknya.

Ia bisa fokus dengan kinerjanya sebagai wakil rakyat. Dan juga bisa bersikap tegas dan berani menolak semua godaan yang menghampirinya. Maka, jika kita ingin melihat bangsa kita lebih baik ke depannya…wajib kiranya kita menolak setiap upaya membeli suara. Karena segala sesuatu yang diawali dengan cara yang curang…pasti hanya menghasilkan penyesalan dan menjadikan jabatan itu sendiri tidak berkah.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya kalian nanti akan sangat berambisi terhadap kepemimpinan, padahal kelak di hari kiamat ia akan menjadi penyesalan.” {H.R.Nukhari:7148}. Wallahu A’lamu bishawwab. (*)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Polres Purworejo Geser Pasukan ke TPS

PURWOREJO (MERAPI) – Jumlah tempat pemungutan suara (TPS) Pemilu 2019 di Kabupaten Purworejo yang mencapai 3.023 memaksa jajaran Polres Purworejo

Close