Waspadai Bitingan By Name…

“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik bagimu.” {H.R.Ahmad 5/363}

COBLOSAN pemilu semakin mendekat. Para caleg yang bertempur mulai mengeluarkan jurus-jurus pamungkasnya. Logistik-logistik mulai diturunkan. Mulai dari logistik yang halal, syubhat hingga yang diharamkan. Logistik yang HALAL berupa alat-alat peraga kampanye yang semakin diperbanyak dan diperkuat. Meski demikian, ada baiknya pula jika KPK terus mendalami sumber-sumber dana kampanye yang digunakan oleh para caleg. Karena praktik “money-loundry  dalam politik juga hal yang biasa terjadi. PPATK yang memiliki hak penuh untuk mencermati aliran transfer yang mengalir ke kantong para caleg…juga harus bersikap tegas. Jika ada dana-dana dalam jumlah raksasa yang mengalir ke rekening para caleg, apalagi jelas ketahuan berasal dari rekening para koruptor…maka PPATK wajib untuk bersikap.

Adapun logistik HARAM dapat pula kita lihat melalui OTT yang dilakukan oleh KPK beberapa waktu lalu, ketika dalam sebuah OTT. Seorang caleg incumbent, BSP terjaring OTT KPK. KPK berhasil mengamankan amplop-amplop pada 84 kardus, dengan total jumlah sekitar 84 miliar dalam pecahan Rp 20.000 dan Rp 50.000.

Pada masa jelang coblosan seperti ini, warga masyarakat melihat pemandangan di mana para tim sukses caleg berkeliaran mendata dukungan untuk caleg adalah sesuatu pemandangan yang biasa. Daftar nama sudah dipersiapkan. Tujuannya…? Semua orang bisa berasumsi tentunya. Sebuah cara kerja politik yang wajar adalah di mana seorang calon legislatif, menyampaikan visi misinya kepada konstituen. Dan setelah itu menyerahkan segala sesuatunya kepada takdir Allah. Masalah hati dan fikiran pemilih akan memilih atau tidak, kita serahkan semuanya kepada Allah.

Sebuah cara kerja politik yang tidak wajar, tentu butuh nama orang per-orang (by name) untuk disuntikkan sejumlah logistik dengan pesan agar pemilih memilihnya. Ini yang disebut sebagai politik bitingan (suap) by name. Pertanyaannya kemudian…? Sampai kapankah, sistem seperti ini akan terus bertahan. Kita sudah melihat para koruptor jungkir balik. Yang belum terungkap masih banyak. Dan perubahan, menempatkan wakil-wakil rakyat yang jujur hanya bisa terwujud ketika masyarakatnya sendiri yang menginginkan perubahan. Mau menolak godaan yang datang. Adalah janji Allah di dalam hadiest di awal tulisan, ketika kita berani meninggalkan yang bathil…maka kebaikanpun akan datang. Wallahu A’lamu bishawwab

.

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Rayu Milenial, Bangka Culture Wave 2019 Sajikan Glow in Nusantara

SUNGAILIAT (MERAPI) – Event kekinian ditampilkan Bangka Culture Wave (BCW) 2019. Tepatnya, lewat penampilan Glow in Nusantara, Selasa (3/4/2019) malam.

Close