Isra’ Mi’raj

FIRMAN Allah SWT : “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS Al-Isra’:1). Perjalanan isra dan mi’raj Nabi Muhammad SAW merupakan perjalanan yang penuh berkah yang menunjukkan betapa Maha Kuasanya Allah SWT. Bagaimana seorang hamba — Nabi Muhammad SAW — bersama ruh dan jasadnya menempuh jarak ribuan bahkan jutaan kilometer hanya dalam satu malam saja. Dan dalam perjalanan yang sedemikian cepat tersebut, Allah kuasakan Nabi Muhammad mampu melihat keadaan sekitar yang beliau lewati, baik kejadian atau keadaan saat isra’ maupun mi’raj, juga gambaran kehidupan abadi manusia setelah datangnya Hari Pembalasan kelak.

Hikmah perjalanan isra’ menuju Baitul Maqdis (Masjidil Aqsa) sebelum naik ke langit (Sidratul Muntaha) adalah untuk menampakkan kebenaran terjadinya peristiwa ini dan membantah orang-orang yang ingin mendustakannya. Apabila perjalanan isra’ dari Mekah langsung menuju langit, maka sulit dilakukan penjelasan dan pembuktian kepada orang-orang yang mengingkari peristiwa ini.
Ketika dikatakan bahwa Nabi Muhammad SAW memulai perjalanan isra’ ke Baitul Maqdis, orang-orang yang hendak mengingkari pun bertanya tentang ciri-ciri Baitul Maqdis sebagaimana yang pernah mereka lihat, dan mereka pun tahu bahwa Nabi Muhammad belum pernah melihatnya. Saat Rasulullah mengabarkan ciri-cirinya, mereka sadar bahwa peristiwa isra’ di malam itu benar-benar terjadi. Kalau mereka membenarkan apa yang beliau katakan tentang isra’, maka konsekuensinya mereka juga harus membenarkan kabar-kabar yang datang sebelumnya (risalah kenabian). Peristiwa itu menambah iman orang-orang yang keyakinannya kuat dan membuat orang-orang yang celaka bertambah keras bantahannya.

Bertemunya Nabi Muhammad SAW dengan Nabi Musa AS memiliki banyak makna. Ada yang mengatakan karena Nabi Musa adalah nabi yang paling dekat posisinya saat Nabi Muhmmad SAW diutus. Ada yang mengatakan umatnya lebih banyak dari umat nabi selainnya. Atau juga karena umat Nabi Musa dibebankan amalan shalat sebagaimana umat nabi lainnya, lalu mereka merasa berat dengan syariat tersebut, maka Nabi Musa kasihan dengan umat Nabi Muhammad SAW. Tidak heran Alquran banyak sekali memuat kisah Nabi Musa, tujuannya adalah agar kita banyak mengambil hikmah dari perjalanan hidup beliau, perjalanan dakwahnya, dan sebagainya. Pengkhususan syariat shalat melalui perjalanan mi’raj karena ketika Nabi Muhammad SAW mi’raj di malam itu, para malaikat sedang beribadah. Di antara mereka ada yang berdiri dan tidak duduk, ada yang terus ruku’ dan tidak sujud, ada yang terus sujud dan tidak duduk, maka Allah SWT mengumpulkan semua ibadah ini untuk umat Nabi Muhammad SAW. Seorang hamba menggabungkan berdiri, ruku’, sujud, dan duduk dalam satu rakaat saja ketika melaksanakan ibadah shalat, yang merupakan hikmah yang terbesar dari peristiwa isra’ mi’raj itu.

Dengan melaksanankan shalat wajib yang lima waktu sehari semalam, seorang hamba telah menegakkan suatu kewajiban ‘ubudiyah yang sekaligus fungsional untuk meredam hawa nafsu, menanamkan akhlak mulia, menyucikan jiwa dari sifat penakut, pelit, keluh kesah, dan putus asa. “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153). “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya.” (QS. Al-Ma’arij: 19-23). Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang bersemangat dalam mengerjakan shalat dan tidak lalai dalam mengerjakannya. Aamiin. (*)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Industri Genting Godean Dapat Bantuan Alat Pengering

GODEAN (MERAPI) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman siap memberikan bantuan alat pengering untuk sentra industri Genting Godean,

Close