Melacak Aliran Dana Haram

KASUS suap menyuap yang dilakukan oleh politikus papan atas, umumnya peruntukannya tidak akan jauh-jauh dari gelanggang politik. Pemilu, Pilkada dll. Dalam skema pembiayaan politik, ada tiga sumber pembiayaan. Yakni dari dana pribadi si calon, dari donator atau sponsor dan dana dari partai politik atau pimpinan pusat partai politik. Nah, KPK juga sangat kita harapkan dapat segera menyelamatkan uang rakyat yang “diputar” dalam proses pemilu ini. Agar jangan sampai dana tersebut terlanjur disebar-sebar sehingga hak ummat tidak sampai pada tujuan yang seharusnya.

Kita sangat berharap agar KPK bergerak cepat. Bisa dimulai dari memeriksa daftar transaksi transfer yang dilakukan oleh para tersangka suap ke rekening-rekening orang-orang dekatnya, entah berstatus sebagai caleg langsung, pengurus partai politik di tingkat apapun dan lain-lain. PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) pasti punya data lengkap tentang aliran dana transfer tersebut. Adalah praktek pencucian uang (money laundry) yang diinvestasikan dalam bidang politik adalah hal yang sering terjadi.

Ini perlu dilakukan dengan cepat, sebelum momentum coblosan…agar jangan sampai kita kembali dan kembali mendudukkan para “maling” di parlemen kita. Berkali-kali harus saya katakan, nilai seorang maling jemuran yang terpaksa mencuri karena faktor kelaparan sangat berbeda dampaknya dengan para “maling” elit yang ada di parlemen. Di zaman Amirul Mu’minin Umar bin Khaththab…jika ada maling atau pencuri yang terpaksa mencuri karena faktor benar-benar tidak bisa makan, maka yang dihukum justru wali negerinya atau emir di daerah tersebut. Kenapa bisa sampai ada orang yang tidak bisa makan.

Tetapi jika maling itu dalam wujud politikus,dengan jabatan mentereng…maka dia akan menimbulkan kerusakan dan kemungkaran yang sedemikian meluasnya. Anak-anak mengalami gizi buruk karena hak mereka dimakan oleh para koruptor. Gedung-gedung sekolah kena hujan langsung pada ambruk karena dibangun tidak sesuai spesifikasinya. Maka, KPK melalui data aliran transfer di PPATK segera dapat melebarkan upaya penyelamatan uang ummat ini.

Biasanya para politikus papan atas juga membuat berbagai organisasi sayap politiknya, yang berfungsi sebagai Event-Organizer (EO) pribadinya untuk melayani seluruh kebutuhan politiknya. Organisasi-organisasi ini juga dibiayai oleh politikus papan atas tersebut secara perseorangan. Maka, sebelum mereka berganti nama atau melikuidasi diri sehingga tidak jelas siapa pengurusnya…KPK kita harapkan segera menindak mereka dengan tegas. Kita sangat berharap…momentum pemilu ini akan menghasilkan wakil-wakil rakyat yang jujur dan bersih. Wallahu A’lamu bishawwab

.

Read previous post:
ilustrasi
Cinta Gelap, Mata Gelap

KASUS pembunuhan seorang pengusaha di Temanggung, Tjiong Boen Siong alias Koh Bun (62), warga Kelurahan Parakan Temanggung mulai terungkap. Diduga

Close