Hati yang Kaya Maaf

IMAM MUSLIM meriwayatkan sebuah hadist. Tentang perjalanan Rasulullah SAW untuk men-syiarkan Islam ke Thaif, dan mendapatkan perlawanan keras di sana. Dan datanglah malaikat Jibril A.S. bersama malaikat yang bertugas menjaga gunung. Jibril A.S. berkata: “Wahai Muhammad, kalau engkau berkenan aku akan menimpakan Al-Akhbasain (dua gunung besar, gunung Abu Qubais dan Al-Ahmar) kepada mereka.” Dan jawaban Rasulullah SAW: “Tidak, bahkan aku berharap agar Allah mengeluarkan dari keturunan mereka orang-orang yang menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun juga.” {H.R.Muslim}.

Rasulullah SAW adalah contoh yang sempurna tentang perjalanan sebuah hati yang begitu kaya dengan permaafan. Pasca fathul Mekkah dan Islam telah menyempurnakan kekuatannya di seluruh jazirah Arab, Rasulullah memaafkan seluruh tokoh-tokoh Quraisy yang dimasa-masa sebelumnya telah memusuhi bahkan memerangi beliau dengan cara fisik.

Terus bagaimana dengan kita…? Dapatkah kita mengambil teladan ini? Jangan-jangan kita terus mendendam kepada orang yang pernah menyakiti kita, dan menunggu kesempatan untuk dapat membalaskan dendam tersebut. Menyimpan dendam di hati hanya menjadi penyebab bagi munculnya berbagai penyakit. Manusia yang memelihara dendam dan kebencian, hidupnya lelah. Banyak energinya yang harus terbuang cuma-cuma. Terus mengingat kesalahan orang-orang yang pernah menyakitinya, dan berfikir keras siang dan malam untuk membalaskannya. Jadi mudah terkena stress, depresi dan ujung-ujungnya bisa terkena stroke.

Maka kita diajarkan untuk selalu mudah memaafkan. Mengisi hati dengan permaafan yang luas. Dan orang-orang yang tidak mempersulit ishlah (perdamaian) adalah orang-orang yang tinggi derajatnya di hadapan Allah.
Rasulullah SAW bersabda: “Ada tiga golongan yang berani bersumpah untuknya, tidaklah berkurang harta karena shodaqoh, dan tidaklah menambah bagi seorang pemaaf melainkan kemuliaan, dan tidaklah seorang bertawadhu’ (rendah hati) melainkan akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT.”

Mari kita selalu merawat hati dengan selalu mudah memaafkan jika orang lain salah kepada kita dan juga menyegerakan meminta maaf jika kita memiliki kesalahan kepada orang lain. Wallahu A’lamu Bishawwab

.

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ilustrasi
Oknum PNS 2,5 Tahun Cabuli Anak Tiri

WONOSARI (MERAPI)- Seorang oknum PNS Kemenag Kabupaten Gunungkidul, Sum (59) warga Desa Bendungan, Semin, Gunungkidul, diamankan petugas kepolisian usai mencabuli

Close