Nilai Harga Diri

FENOMENA caleg (calon legislatif) “menggadaikan” harga diri politiknya sudah lama dan sangat sering terjadi. Tidak mahal-mahal, disodori uang lima ratus ribu rupiah saja sudah bisa mengganti haluan politiknya. Ini menunjukkan bahwa betapa tidak berkualitasnya proses penyaringan terhadap para calon wakil rakyat ini. Jika digoda uang sedikit saja, iman mereka goyah…bagaimana jika kelak digoda dengan uang dalam jumlah besar. Ini fenomena yang sangat memprihatinkan. Calon wakil rakyat yang menyuap untuk mendapatkan suara…hanya akan menghasilkan legislator dengan kualitas maling. Sementara, calon wakil rakyat yang menjual diriya…bahkan menjual partainya, memanfaatkan statusnya sebagai caleg untuk meraih keuntungan dari caleg-caleg nasional.

Untuk menjadi legislator senayan (anggota DPR RI) , setidaknya dibutuhkan 150.000 suara rakyat. Untuk membantu memperkenalkan diri, memperkenalkan visi dan misinya…ia butuh tandem (rekan kerja), caleg di daerah pemilihan (provinsi) yang mengkoordinasi caleg di dapil-dapil kabupaten. Semakin besar dana yang dimiliki oleh si caleg, maka semakin banyak tandem yang merapat. Bahkan yang merapat bisa lintas partai. Fenomena perselingkuhan politik adalah hal yang sangat biasa terjadi. Ada yang bergerak dengan sistem bawah tanah. Tapi zaman sekarang banyak juga yang berani show off secara terbuka. Sementara caleg-caleg nasional yang tidak punya uang, setiap saat bisa ditinggalkan tandemnya di bawah.
Harga diri itu adalah aurat bagi setiap manusia, apapun profesinya. Dan manusia akan kehilangan harga diri dan loyalitasnya, ketika ia memperturutkan nafsu perutnya saja.

Dari Abu Hurairah R.A. katanya: “Rasulullah SAW bersabda: ‘Barangsiapa yang meminta-minta kepada orang-orang dengan maksud supaya menjadi banyak apa yang dimilikinya , maka sebenarnya orang itu meminta bara api…” {H.R.Muslim}

Seorang wakil rakyat harus memiliki harga diri, karena dengan karakter itu ia bisa melindungi segenap orang-orang yang berada di bawah kepemimpinannya. Jika para wakil rakyatnya tidak memiliki nilai harga diri, maka ia akan “menjual” kepentingan rakyat yang diwakilinya hanya demi memperkaya diri dan mencari keuntungan dari jabatan yang diembannya itu. Wallahu A’lamu bishawwab

.

Pin It on Pinterest

Read previous post:
MERAPI-TWITTER BPPTKG Luncuran awan panas teramati mengarah ke Kali Gendol, Kamis (7/2) malam.
GUNUNG MERAPI MASIH BERSTATUS WASPADA-7 Kali Awan Panas Picu Banjir Lahar dan Gemuruh

SLEMAN (MERAPI) - Gunung Merapi menyemburkan awan panas berulangkali sepanjang Senin (18/2). Meski jarak luncur masih dalam tahap aman, namun

Close