Tanda Ulama Jahat

“Kebinasaan bagi ummatku (datang) dari Ulama SU’ mereka menjadikan ilmu sebagai barang dagangan yang mereka jual kepada para penguasa masa mereka untuk mendapatkan keuntungan bagi diri mereka sendiri. Allah tidak akan memberikan keuntungan dalam perniagaan mereka.” {H.R.Al-Hakim}

PRESIDEN Turki Recep Tayyip Erdogan pernah mengatakan: “Jika orang baik tidak terjun ke Politik, maka para penjahatlah yang akan mengisinya.” Pernyataan ini dapat memberikan gambaran kepada kita, betapa setelah reformasi…jangankan melaksanakan amanat reformasi untuk menuntaskan masalah KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme) di zaman orde baru. Bahkan untuk membongkar bahkan mencegah praktek korupsi yang terjadi di era reformasi ini, kita tidak sanggup melakukannya. Korupsi sebagai sebuah bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan terjadi karena orang-orang yang baik menolak untuk mengurus masalah politik.

Berpolitik selama dimulai dengan niat yang lurus karena Allah, tentu baik. Karena semakin banyak orang yang baik dan jujur mengurusi politik, maka produk politik yang dihasilkan berupa undang-undang, peraturan dan kebijakanpun akan menjadi semakin baik.

Nah, di dalam sebuah event politik…kedudukan seorang Ulama sangatlah strategis. Karena ia dianggap sebagai panutan oleh ummat. Ucapannya didengarkan. Perbuatannya diteladani. Maka disinilah seorang Ulama harus menjalankan ilmunya secara jujur. Ilmu itu harus ditegakkan dengan jujur. Dengan ilmunya, seorang Ulama bisa menilai sesuatu itu salah dan katakan salah. Juga menilai sesuatu itu benar dan katakan benar. Jangan sampai sikap dan ucapan seorang Ulama tergantung kepada “pemesan” atau “pembelinya.” Ulama yang ber-fatwa berdasarkan pesanan adalah tanda seorang Ulama yang jahat.

Dan ummat sudah diingatkan tentang bahaya Ulama jahat atau SU’ (masdar dari sa’a-yasu’u-saw’an yang berarti jahat atau buruk). Maka apa yang perlu dilakukan oleh Ummat ketika melihat seorang Ulama SU’ yang mulai menjual dirinya untuk kepentingan politik? Mari kita baca baik-baik hadis berikut ini. Rasulullah SAW bersabda: “Ulama adalah kepercayaan Rasul selama mereka tidak bergaul dengan penguasa dan asyik dengan dunia. Jika mereka bergaul dengan penguasa dan asyik terhadap dunia, maka mereka telah mengkhianati para Rasul, karena itu jauhilah mereka.” {H.R.Al-Hakim}. Wallahu A’lamu Bishawwab

.

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ilustrasi
Hikmah Kasus Ecky Lamoh

ADA fenomena menarik dalam kasus mantan vokalis Edane, Alexander Theodore Lamoh atau Ecky Lamoh. Rabu pekan lalu, Pengadilan Negeri Bantul

Close