Politik Black Campaign

“Barangsiapa beriman kepada ALLAH dan hari akhir maka hendaklah dia berbicara yang baik atau diam.” {Muttafaq’alaih}

PARA ilmuan politik membagi teknik kampanye yang menyerang lawan politiknya ke dalam dua kelompok, yakni black campaign (menyerang lawan politiknya dengan membuat berbagai fitnah) dan negative campaign (memunculkan aib-aib lawan politiknya).Ke dua teknik politik ini umumnya digunakan oleh para politikus yang sudah kehabisan “jurus” politik untuk mengalahkan rivalnya. Dewasa ini, kehidupan demokrasi dan politik kita mengalami kemunduran yang sangat signifikan dalam konteks kualitasnya. Memang selama 32 Tahun rezim Orde Baru berkuasa, demokrasi dibelenggu membuat cara memahami politik begitu pragmatis. Tidak peduli tekniknya, yang penting menang.

Pasca lepas dari belenggu politik rezim orde baru, masuk ke zaman reformasi…partai-partai politik banyak yang mengembangkan teknik politik belah bambu. Seperti orang yang sedang membelah bambu, satu diinjak dan satunya lagi diangkat yang tinggi. Tidak ada lagi respek dan rasa hormat. Ini yang kemudian memicu terjadinya anarkisme di kalangan arus bawah. Siapa yang bisa terima jika figur panutannya dijelek-jelekkan sementara mereka tahu benar bahwa fakta riilnya tidaklah demikian adanya.

Kita ingin menumbuhkan iklim demokrasi yang sehat, bermartabat. Reformasi sudah bergulir 20 tahun lebih. Rakyat sudah berkali-kali menghadapi pemilu. Dan survey menunjukkan bahwa masyarakat sudah sangat sadar politik.

Masyarakat menyadari bahwa momentum pemilu adalah momentum untuk melakukan perubahan secara konstitusional dan bermartabat. Maka, pemilu yang prosesnya akan mulai seru di awal tahun ini hingga momentum puncaknya pada april 2019 akan menjadi awal yang baik. Para politikus yang bertarung dengan visi dan memiliki figur yang kuat, akan menjadi pilihan ketimbang tokoh-tokoh musiman yang mengandalkan pencitraan dengan baliho dan spanduk saja. Bahkan lembaga-lembaga survey menunjukkan bahwa faktor figure yang kuat, menjaga integritas dan lisannya secara istikomah memiliki electabilitas yang bahkan melampaui faktor partai politiknya. Kita berharap cara-cara lama, black campaign dan lain-lain harus ditinggalkan agar pasca iklim demokrasi kita tetap nyaman dan kondusif. Wallahu A’lamu Bishawwab.

Read previous post:
IMBAUAN DISNAKERTRANS GUNUNGKIDUL – Calon TKI Gunakan Jalur Resmi

WONOSARI (MERAPI) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Gunungkidul, mengimbau kepada calon Tenga Kerja Indonesia (TKI) agar menggunakan

Close