Keadilan Sosial

ADIL (‘adilun) menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai tidak berat sebelah, tidak memihak, berpihak pada yang benar, berpegang pada kebenaran, sepatutnya, dan tidak sewenang-wenang. Menurut ilmu akhlak adil ialah meletakan sesuatu pada tempatnya, memberikan atau menerima sesuatu sesuai haknya, dan menghukum yang jahat sesuai dengan kesalahan dan pelanggarannya. Islam memerintahkan kepada kita agar berlaku adil kepada semua manusia, sebagaimana firman-Nya : “Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar menegakkan keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu .” (QS An-Nisa’: 135).

Dalam ayat lain Allah swt berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Maidah : 8).

Dalam buku Konsep Keadilan dalam Al-Qur’an – Perspektif Quraish Shihab dan Sayyid Qutub, dikatakan bahwa konsep keadilan itu adalah: (1) adil dalam arti sama; (2) adil di dalam arti seimbang; (3) adil di dalam arti perhatian terhadap hak-hak individu dan memberikan hak-hak itu kepada setiap pemiliknya; dan (4) adil di dalam arti ‘yang dinisbahkan kepada Allah’. Al-qur’an secara spesifik menegaskan perilaku adil, yaitu : keadilan dalam menetapkan hukum (QS An Nisa’: 58), keadilan memberikan hak kepada orang lain (QS An-Nahl: 90), keadilan dalam berbicara (QS Al An’ am :152), keadilan dalam kesaksian (QS An-Nisa’:135), keadilan dalam pencatatan utang (QS Al-Baqarah: 282), keadilan dalam mendamaikan perselisihan ( QS Al-Hujurat: 9), keadilan dalam menghadapi orang yang tidak disukai (QS Al-Maidah: 8), dan keadilan dalam memberikan balasan ( QS Al-Maidah: 95).

Keadilan merupakan sesuatu yang bernilai tinggi, baik, terhormat, dan mulia, teristimewa ketika kita bangsa Indonesia memasuki tahun 2019 yang dikatakan sebagai tahun politik. Tahun politik yang ditandai dengan adanya Pesta Demokrasi Lima Tahunan membutuhkan pribadi-pribadi yang adil dan penuh kejujuran, yang akan memberikan pencerahan kepada segenap komponen bangsa ini. Apabila keadilan diwujudkan dalam kehidupan bangsa Indonesia secara pribadi, keluarga, masyarakat, serta dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sudah barang tentu ketinggian, kebaikan, dan kemuliaan akan diraih tanah air tercionta ini. Jika seseorang mampu mewujudkan keadilan dalam dirinya sendiri, tentu akan meraih keberhasilan dalam hidupnya, memperoleh kegembiraan batin, disenangi banyak orang, dapat meningkatkan kualitas diri, dan memperoleh kesejahteraan hidup duniawi serta ukhrawi (akhirat).

Ada banyak nilai positif perbuatan adil; antara lain: akan membawa ketentraman dan kedamaian, menimbulkan kepercayaan, meningkatkan kesejahteraan dan prestasi kerja, mengurangi kecemburuan sosial, mempererat tali persaudaraan, menimbulkan kebaikan dan mencegah kejahatan, serta membawa bangsa ini kepada kehidupan yang penuh kemakmuran dan maghfirah dari Sang Khalik sehingga cita-cita membentuk masyarakat Pancasila yang baldatun thoyyibayun wa rabbun ghafur akan segera terwujud. Semoga!

Read previous post:
Ratusan Banpol Terima Penempatan Tugas

KARANGANYAR (MERAPI) - Sekitar 300 personel bantuan polisi (Banpol) Satpol PP Kabupaten Karanganyar disiapkan bertugas di wilayah kecamatan. Keberadaan Banpol

Close