Politik Juga Ladang Dakwah

SAYA mendapatkan banyak sekali pertanyaan, apakah Rasulullah SAW dan para sahabat juga berpolitik…? Rasulullah SAW, idola yang sangat kita cintai adalah seorang pemimpin yang komprehensif (lengkap). Beliau yang mulia adalah seorang Nabi dan Rasul, pemimpin spiritual tertingga ummat Islam sampai kapanpun. Beliau juga seorang Kepala Negara, Kepala pemerintahan yang menunjuk para emir (gubernur) di berbagai provinsi, mengatur urusan pemerintahan, menanda tangani berbagai dokumen perjanjian seperti yang tercermin dalam perjanjian hudaibiyah dan lain-lain. Beliau juga panglima perang tertinggi kaum muslimin, beliau pula yang menunjuk panglima-panglima perang dan membentuk struktur militer.

Sebagai kepala Negara dan kepala pemerintahan, maka beliau juga adalah seorang pemimpin politik. Politik Internasional kala itu dilakukan dengan cermat, dengan mengirim berbagai delegasi dakwah ke berbagai belahan dunia sehingga Islam bekembang sangat pesat hingga hari ini. Jadi, politik Rasulullah SAW adalah politik dakwah…untuk kepentingan dakwah Islamiyah agar Islam dapat diterima dengan damai. Politik yang dipandu oleh Al-Qur’an, sehingga politik juga menjadi ladang pahala karena produknya adalah kebaikan. Merumuskan sistem hukum yang berlaku di sebuah Negara, adalah sebuah proses politik. Dan semua perangkat hukum yang diberlakukan, bersumber kepada Al-Qur’an. Jadi, di zaman Rasulullah…seluruh aturan hidup, termasuk dalam kehidupan politik…bersumber kepada nilai-nilai Al-Qur’an.

Nah, yang terjadi pada saat ini…politik dianggap sebagai bagian yang berdiri sendiri. Jika sudah berbicara tentu strategi politik, orang sudah tidak lagi melibatkan daliel. Yang penting hasil, meskipun cara yang ditempuh adalah cara-cara yang batil. Di sinilah kemudian politik kehilangan keberkahannya. Untuk meraih kemenangan politik, orang menutup matanya dari faktor dan fakta bahwa cara-cara itu diharamkan. Maka disinilah yang saya sebut dakwah politik (high politic) sangat dibutuhkan. Agar sebuah proses politik mendatangkan keberkahan bagi bangsa dan Negara yang kita cintai ini, maka para politikus perlu didakwahi untuk meninggalkan politik bitingan (suap), meninggalkan politik janji palsu, meninggalkan politik fitnah dan adu domba (namimah). Karena cara-cara ini hanya mengundang turunnya azab. Di manapun berada, semua bisa bernilai pahala…asalkan kita mau dan istikomah. Wallahu A’lamu bishawwab.

Read previous post:
KPU Temanggung Tambah 14 TPS

TEMANGGUNG (MERAPI) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Temanggung menambah 14 tempat pemungutan suara (TPS) pada Pemilu 2019. Penambahan TPS

Close