Menghindari Dusta

POLITIK sering dimaknai orang sebagai grey area (wilayah abu-abu), di mana dusta diberikan ruang dan toleransi yang sangat besar. Semuanya dimaknai dan dipahami sebagai sebuah strategi untuk meraih sebuah kemenangan. Pun faham ini kemudian menular hampir ke seluruhh segmen kehidupan. Untuk promosi jabatan, menang lelang tender, mendapatkan calon istri dan lain sebagainya…semuanya dilakukan dengan cara yang tidak jujur (dusta). Padahal sebuah dusta, untuk menutupinya…seseorang perlu menutupinya dengan dusta-dusta yang lainnya.

Sebagai contoh yang sangat populer terjadi di tengah-tengah masyarakat kita, ketika seseorang ingin bolos kerja…maka alasan sakit adalah alasan yang sangat strategis dilakukan. Beberapa kantor dan perusahaan menerapkan sistem pembuktian yang ketat. Izin sakit, wajib melampirkan surat keterangan sakit. Namun seketat apapun sistem, yang ngakali sistem tetap saja jauh lebih pintar. Padahal alas an-alasan yang demikian teramat sangat berbahaya. Mengaku sakit sama dengan mendoakan dirinya sendiri agar sakit.

Dan hati manusia itu, perlu dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya. Mungkin satu, dua, tiga, empat kali berdusta…kita masih akan dihinggapi oleh perasaan bersalah. Namun, jika keterusan justru akan membuat orang menjadi ketagihan. Dan indikator hati yang berpenyakit atau bahkan sudah “mati” adalah ketika seseorang berdusta, dan dia sama sekali merasa tidak bersalah. Pokoknya nyaman saja. Dan lambat laun bahkan tidak bisa lagi membedakan antara benar dan salah. Hidupnya hanya mutlak berada dalam dunia khayali.
Rasulullah SAW bersabda: “Kejujuran itu ketenteraman, dan dusta itu keragu-raguan…” {H.R.At-Tirmidzi}.

Berkata benar dan jujur itu sesuatu yang sangat jelas. Demikian itu juga, dusta adalah sesuatu yang sangat jelas. Dan di tengah-tengahnya adalah wilayah samar, grey area (abu-abu) atau disebut sebagai syubhat. Dan kitapun tegas diperintahkan untuk menjauhi dusta dan juga menjauhi wilayah syubhat tadi, karena hanya dengan cara itu saja nurani kita yang jernih bisa selalu terjaga. Wallahu A’lamu bishawwab. *

Read previous post:
Serbuan Kotabaru Dukung Yogya Kota Perjuangan

SEJUMLAH nama jalan di antaranya I Dewa Nyoman Oka, Suroto, Faridan M Noto, Djuwadi, Sabirin, Abubakar Ali, Ahmad Jazuli, Trimo

Close