Hikmah di Balik Ujian


Ujian dan cobaan hidup merupakan sunnatullah, dimana manusia pada suatu waktu akan mengalami berbagai kesusahan dan penderitaan hidup. Manusia akan dihadapkan kepada ujian-ujian hidup yang sulit untuk mengelaknya dan itu adalah satu ketetapan dan hukum Allah yang bersifat pasti dan tetap, berlaku kepada siapapun, kapan pun dan di mana pun manusia berada. Ujian dan cobaan dalam hidup di dunia terkadang berupa kelapangan dan kenikmatan, namun terkadang juga berupa kesempitan dan musibah. Bisa berupa sehat maupuan kondisi sakit, bisa berupa kekayaan maupun kemiskinan. Seorang mukmin akan menghadapi ujian dalam dua keadaan : kondisi susah dan kondisi senang. Firman Allah : “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?” [QS Al-Ankabut: 2]. “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan” (QS Al-Anbiya: 35). Dalam setiap ujian yang menimpa manusia akan selalu ada kebaikan. Oleh karena itu Nabi bersabda: “Sungguh menakjubkan seorang mukmin. Tidaklah Allah menetapkan kepadanya sesuatu kecuali itu merupakan kebaikan baginya“ (H.R Ahmad).

Hikmah yang pertama adanya ujian dan cobaan yang Allah turunkan kepada hamba-hambanya adalah agar Allah semakin mengetahui siapa di antara hamba-hambanya yang benar-benar berada di atas kesabaran dan siapa di antara hamba-hambanya yang berada dalam keputusasaan. Allah berfirman : “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”. (QS.Al-Baqarah: 155). “(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (QS Al-Baqarah :156). Oleh karenanya Nabi Muhammad saw bersabda: “Sungguh mengherankan perkaranya orang mukmin, karena setiap perkaranya akan baik baginya, apabila dia mendapatkan kenikmatan maka dia bersyukur dan itu baik bagi dia, dan apabila ia mendapatkan musibah maka ia bersabar maka itupun baik bagi dia” (HR Bukhari). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur” (QS Saba’ :19).

Hikmah yang selanjutnya, ujian akan menghapuskan kesalahan-kesalahan dan mengangkat derajatnya, dan hal ini hanya dapat di lakukan oleh orang orang yang betul-betul mentauhidkan Allah ta’ala dan mengikhlaskan ibadah hanya kepada-Nya. Allah berfirman: “Dan apa saja musibah yang menimpamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS Asy-Syura:30). Rasulullah bersabda : “Tidaklah seorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundahgulanaan hingga duri yang menusuknya melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya” (HR. Bukhari). Dari Saad bin Abi Waqqash ia mengungkapkan: “Aku pernah bertanya, “Wahai Rasulullah! Siapakah orang yang paling berat cobaannya?” Beliau menjawab: “Para Nabi, kemudian orang-orang shalih, kemudian yang sesudah mereka secara berurut menurut tingkat keshalihannya. Seseorang akan diberi ujian sesuai dengan kadar agamanya. Bila ia kuat, akan ditambah cobaan baginya. Kalau ia lemah dalam agamanya, akan diringkankan cobaan baginya. Seorang mukmin akan tetap diberi cobaan, sampai ia berjalan di muka bumi ini tanpa dosa sedikitpun.” (HR. Al-Bukhari). “Tidaklah seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, melainkan ditetapkan baginya dengan sebab itu satu derajat dan dihapuskan pula satu kesalahan darinya” (HR.Muslim).

Hikmah yang terakhir, dengan adanya ujian dan cobaan seorang hamba yang beriman akan semakin sadar bahwa keduanya datang salah satu penyebabnya adalah kemaksiatan dan perbuatan dosa yang dilakukan hamba terhadap rabbnya, sehingga seorang mukmin akan bersegera bergegas untuk bertaubat dan mengingat Allah ta’ala kembali, betapa banyak orang yang sadar dan bertaubat setelah ditimpa ujian dan cobaan dan itu bisa kita rasakan dan saksikan. Ibnu Abi Ad-Dunya RA meriwayatkan dari Anas bin Malik RA, bahwasanya beliau dan seorang lagi masuk menemui ummul mu’minin ‘Aisyah RA, lalu orang tersebut berkata: “Wahai Ummul Mukminin! Beritahukanlah kepada kami tentang gempa.” Maka ‘Aisyah menjawab: “Apabila mereka telah memperbolehkan perzinahan, meminum khamer, memainkan alat musik, maka Allah SWT marah di langit-Nya dan berfirman kepada bumi: “Bergoncanglah atas mereka! Jika mereka bertaubat dan meninggalkan perbuatan tersebut (berhentilah), jika tidak, maka hancurkanlah mereka!” Orang tersebut berkata : “Wahai Ummul Mukminin! Apakah itu adzab atas mereka?” Beliau menjawab: “Itu adalah peringatan dan rahmat bagi orang-orang beriman, dan hukuman, adzab serta murka atas orang-orang kafir.”

Semoga Allah Ta’ala memberikan taufik kepada kita dan kita senantiasa berusaha menjadi orang yang beruntung dan mendapat kemenangan dalam menghadapai ujian dan cobaan baik itu berupa nikmat maupun musibah. Hanya Allah satu-satunya Zat Yang Maha Pemberi Petunjuk dan tiada sekutu bagi-Nya. *

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Pemkab Karanganyar Sisir Warganya di Palu

KARANGANYAR (MERAPI) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar diminta menyisir keberadaan warga Bumi Intanpari yang masih berada di wilayah

Close