Waspadai maling di lokasi bencana gempa Cianjur

- Selasa, 29 November 2022 | 10:55 WIB
Ilustrasi: salah satu kampung terdampak gempa Cianjur. ( Twitter BNPB)
Ilustrasi: salah satu kampung terdampak gempa Cianjur. ( Twitter BNPB)



GEMPA bumi di Kabupaten Cianjur Jawa Barat telah mengakibatkan ratusan nyawa melayang dan ribuan orang mengungsi.

Berbagai bantuan pun datang dari berbagai penjuru tanah air, baik berupa bantuan bahan makanan, obat-obatan mapun keperluan rumah tangga. Bantuan tersebut mengalir begitu saja di lokasi bencana.

Hampir dalam setiap peristiwa musibah, baik itu bencana alam maupun non alam, selalu mengundang dermawan untuk ikut membantu meringankan beban korban. Fenomena ini tentu wajar dan patut mendapat apresiasi.

Baca Juga: UMP Jawa Tengah 2023 naik 8,01 persen jadi Rp 1.958.169,69

Namun demikian, di tengah bencana, selalu saja ada orang yang mencari keuntungan pribadi, antara lain dengan menyelewengkan bantuan. Nah, inilah yang harus diantisipasi, jangan sampai bantuan tidak sampai sasaran akibat diselewengkan.

Untuk itu diperlukan pengawasan yang ketat atas masuknya semua bantuan ke lokasi bencana. Sebab, biasanya, ketika pemerintah sibuk memprioritaskan penanganan terhadap korban, distribusi bantuan menjadi kurang terkoordinasi. Akibatnya berpotensi terjadi penyimpangan atau kecurangan. Sudah banyak disebut kasus semacam ini.

Melihat kondisi demikian, disarankan kepada pemerintah untuk mengkoordinasikan semua bantuan yang masuk ke wilayah bencana. Jangan sampai ada bantuan yang lolos dari pengawasan. Jangan sampai pula niat para dermawan yang ingin menyumbang tidak kesampaian gara-gara disalahgunakan oleh oknum.

Baca Juga: UMP DIY Tahun 2023 naik Rp 140.866,86 upah buruh di Jogja minimum Rp 1.981.782,39

Padahal, ancaman pidana untuk kasus kejahatan, seperti pencurian, di saat bencana lebih berat. Namun tetap saja ada orang yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Makanya, hukum tetap harus ditegakkan di wilayah bencana, bahkan lebih keras lagi mengingat kondisi masyarakat sekitar yang masih dalam kesusahan.

Sanksi pemberatan bagi pelaku tindak pidana di lokasi bencana, tentu wajar adanya. Banyak di antara mereka yang kehilangan keluarga maupun harta, masih harus dihantui aksi maling di tempat bencana. Inilah momentum bagi aparat kepolisian untuk memperketat penjagaan terutama di wilayah perbatasan.

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Catatan Hendry Ch Bangun: Ombudsman Media

Rabu, 1 Februari 2023 | 12:00 WIB

Sikap Muslim terhadap Al Qu’ran

Rabu, 1 Februari 2023 | 06:17 WIB

Mengapa mengemis daring dilarang, ini sebabnya

Selasa, 31 Januari 2023 | 09:30 WIB

Awas, jangan beli barang curian, ini risikonya

Senin, 30 Januari 2023 | 11:00 WIB

Cegah anak terlibat klitih, orangtua pun perlu dibina

Senin, 30 Januari 2023 | 09:30 WIB

Catatan Hendry Ch Bangun: Setelah kompeten, apa?

Selasa, 24 Januari 2023 | 11:00 WIB
X