Misteri penemuan mayat perempuan hamil di Pantai Ngrawe Gunungkidul

- Jumat, 25 November 2022 | 11:00 WIB
ilustrasi (dok harian merapi)
ilustrasi (dok harian merapi)



PENEMUAN mayat perempuan muda hamil yang terapung di Pantai Ngrawe Gunungkidul Selasa pekan lalu menghebohkan masyarakat. Mayat ditemukan dalam kondisi telanjang dengan luka di bagian muka, diduga kuat akibat penganiayaan.

Guna pengembangan penyelidikan, mayat tersebut kemudian dibawa ker RS Bhayangkara untuk diotopsi dan diambil sidik jarinya. Melalui pemeriksaan sidik jari ini ada keluarga korban yang mengenalinya.

Meski demikian, ada dugaan kuat mayat tersebut merupakan korban pembunuhan. Berdasar keterangan saksi, sebelum mayat ditemukan, ada mobil warna gelap yang melintas dari pantai.

Baca Juga: Horoskop peruntungan Shio Ayam Minggu 20 November 2022, ada sesuatu yang ingin kau keluarkan dari dada, tapi..

Apakah ada kaitan dengan mayat perempuan muda itu atau tidak, tentu masih menunggu hasil pemeriksaan polisi.

Andai mayat perempuan itu merupakan korban pembunuhan, boleh jadi ada kaitan dengan kehamilannya. Dalam beberapa kasus, kehamilan yang tak dikehendaki, terutama oleh pasangan yang bukan suami-istri sah, berdampak serius. Mereka yang belum siap menerima kenyataan bakal punya anak, mengambil langkah nekat menggugurkan kandungan.

Atau bisa pula si perempuan yang hamil itu meminta pertanggungjawaban pasangannya, namun sang laki-laki menolak kemudian membunuhnya. Kasus semacam itu sudah sering terjadi dan bukan fenomena baru. Bukan tidak mungkin ini terjadi pada mayat di Pantai Ngrawe Gunungkidul.

Baca Juga: Kabag Ops Polres Salatiga dijabat 'wajah lama' di Salatiga

Seandainya perempuan itu dibunuh lantaran hamil, sang pembunuh dapat dikategorikan sangat sadis. Sebab, ia bukan saja membunuh perempuan tersebut, melainkan juga anak yang ada dalam kandungan. Artinya pelaku telah membunuh dua nyawa sekaligus.

Tak ada ampun bagi pelaku pembunuhan ibu dan anak. Anak yang ada dalam kandungan berhak untuk hidup dan hak itu tak dapat dikurangi dalam kondisi apapun, kecuali ada alasan kuat membahayakan keselamatan ibunya.

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Catatan Hendry Ch Bangun: Ombudsman Media

Rabu, 1 Februari 2023 | 12:00 WIB

Sikap Muslim terhadap Al Qu’ran

Rabu, 1 Februari 2023 | 06:17 WIB

Mengapa mengemis daring dilarang, ini sebabnya

Selasa, 31 Januari 2023 | 09:30 WIB

Awas, jangan beli barang curian, ini risikonya

Senin, 30 Januari 2023 | 11:00 WIB

Cegah anak terlibat klitih, orangtua pun perlu dibina

Senin, 30 Januari 2023 | 09:30 WIB

Catatan Hendry Ch Bangun: Setelah kompeten, apa?

Selasa, 24 Januari 2023 | 11:00 WIB
X