Gedung sekolah tak layak, jangan korbankan siswa

- Selasa, 22 November 2022 | 10:00 WIB
Gedung SD Muhammadiyah Bogor Playen Gunungkidul dipasang garis polisi terkait kasus atap runtuh. (Bambang Purwanto)
Gedung SD Muhammadiyah Bogor Playen Gunungkidul dipasang garis polisi terkait kasus atap runtuh. (Bambang Purwanto)



RUNTUHNYA atap bangunan SD Muhammadiyah Bogor Playen Gunungkidul yang menyebabkan seorang siswa meninggal dan belasan luka-luka masih dikembangkan aparat kepolisian setempat.

Setidaknya, polisi telah menetapkan dua tersangka dari penyedia jasa konstruksi yang dianggap lalai hingga mengakibatkan jatuhnya korban.

Peristiwa robohnya atap gedung yang mengakibatkan korban meninggal memang jarang terjadi, sehingga kasus ini banyak mengundang perhatian masyarakat. Apa yang salah dalam peristiwa tersebut ?

Baca Juga: Hadapi Slovakia, Timnas U-20 datangkan dua pemain Belanda, ini mereka

Tak lain adalah penyedia jasa konstruksi yang mengganti atap bangunan dengan baja ringan, padahal sesuai spec seharusnya menggunakan kayu. Intinya, baja ringan itu tak kuat menahan beban genteng tanah, sehingga ambruk.

Tragisnya, peristiwa ambrolnya atap bangunan terjadi saat jam pelajaran sehingga menimbulkan trauma siswa. Pasca kejadian, anggota DPD RI GKR Hemas pun mengunjungi TKP untuk melihat langsung kondisinya. GKR Hemas mengatakan, pemulihan trauma korban harus menjadi prioritas penanganan.

Sekilas mungkin ada yang berpendapat bahwa peristiwa itu sebagai musibah kecelakaan. Kalau asumsinya seperti itu, maka tidak ada pihak yang disalahkan atau bertanggung jawab. Padahal, hal itu terkait erat dengan bahan bangunan yang digunakan dalam pembangunan gedung sekolah.

Baca Juga: Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana tiba di Surakarta, ini yang dilakukan

Setelah diselidiki, ternyata penyedia jasa telah mengganti atap yang mestinya berbahan kayu menjadi baja ringan, sehingga tak kuat menyangga beban. Akhirnya peristiwa memilukan itu pun terjadi.

Adakah kemungkinan tersangka bakal bertambah ? Bisa saja bertambah, tergantung hasil pengembangan penyidikan polisi. Dalam sistem hukum pidana, siapa yang berbuat dialah yang bertanggung jawab.

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Catatan Hendry Ch Bangun: Ombudsman Media

Rabu, 1 Februari 2023 | 12:00 WIB

Sikap Muslim terhadap Al Qu’ran

Rabu, 1 Februari 2023 | 06:17 WIB

Mengapa mengemis daring dilarang, ini sebabnya

Selasa, 31 Januari 2023 | 09:30 WIB

Awas, jangan beli barang curian, ini risikonya

Senin, 30 Januari 2023 | 11:00 WIB

Cegah anak terlibat klitih, orangtua pun perlu dibina

Senin, 30 Januari 2023 | 09:30 WIB

Catatan Hendry Ch Bangun: Setelah kompeten, apa?

Selasa, 24 Januari 2023 | 11:00 WIB
X