• Rabu, 5 Oktober 2022

Kapan Bisa Umroh dengan Tenang dan Nyaman Seperti Dulu Lagi?

- Selasa, 3 Agustus 2021 | 07:31 WIB
Iip Wijayanto (Istimewa)
Iip Wijayanto (Istimewa)

MUNGKIN pertanyaan ini banyak muncul dalam benak kita, kapan bisa mengerjakan ibadah umroh lagi dengan tenang, nyaman seperti dulu lagi. Untuk umroh yang benar-benar normal, kita tidak pernah tahu kapan bisa dilakukan lagi artinya mengerjakan umroh tanpa menggunakan masker, kemudian antri berdesak-desakan saat akan masuk ke Raudah, saat akan masuk berdo’a di Hijir Isma’il atau mencoba menyentuh Hajar Aswad dan lain sebagainya.

Saat badan kesehatan dunia, WHO masih menyatakan pandemi Covid-19 masih berlangsung maka bisa dipastikan pemerintah Saudi Arabia sebagai tuan rumah ibadah umroh jika pun membuka kembali ibadah umroh dari jama’ah luar negaranya, tetapi pelaksanaannya tetap dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Seperti pada saat ini, jama’ah haji pada musim haji 2021 lalu tetap harus menjaga jarak dan belum bisa menyentuh Hajar Aswad dan memasuki tempat-tempat mustajab lainnya.

Karena jika diizinkan tentu pemerintah Saudi khawatir akan membuat terjadinya kerumunan jamaa’ah.

Baca Juga: Greysia Polii: Pak Erick Thohir Selalu Bilang Sama Saya, Jangan Menyerah

Namun, melihat perkembangan dari keberhasilan pelaksanaan ibadah haji 2021 lalu maka besar harapan dalam waktu dekat ibadah umroh bisa dibuka kembali. Apalagi pemerintah saudi juga telah mengakui beberapa vaksin seperti vaksin produksi Moderna, Pfizer, Astrazeneca dan Johnson & Johnson. Dan vaksin-vaksin ini juga digunakan sebagai vaksin booster (penguat) bagi calon jama’ah yang sudah mendapatkan suntikan vaksin merk lainnya.

Adapun mungkin kebijakan keharusan menjalani isolasi terlebih dahulu bagi para calon jama’ah sebelum memasuki Saudi Arabia, sangat mungkin dilakukan oleh pemerintah saudi untuk memastikan bahwa calon jama’ah benar-benar sehat dan tidak membawa virus Covid-19.

Hanya saja pertanyaannya kemudian, bahwa ibadah Umroh sendiri adalah ibadah yang sifatnya Sunnah. Sementara ketersediaan vaksin sendiri saat ini tujuannya adalah untuk mencapai Herd Immunity (kekebalan berkelompok) yang berarti mendistribusikan vaksin secara merata untuk seluruh lapisan masyarakat adalah sesuatu yang harus lebih dulu dikedepankan.

Baca Juga: Menparekraf: Ayo Pelaku Usaha, Ganti Bendera Putih dan Kibarkan Bendera Merah Putih

Dan mengingat vaksin-vaksin yang disebut oleh pemerintah saudi arabia sendiri seperti Moderna, Pfizer serta Johnson & Johnson jumlahnya juga belum banyak. Jikapun ada pada saat ini, tentu lebih maslahat dialokasikan untuk hal-hal yang sifatnya prioritas dulu seperti memberikan suntikan vaksin booster kepada tenaga kesehatan ataupun kelompok rentan lainnya.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Terkini

Urutan nama-nama bulan dalam kalender Islam

Kamis, 21 Juli 2022 | 07:33 WIB

1 Muharram 1444 Hijriyah jatuh pada hari apa?

Kamis, 21 Juli 2022 | 07:10 WIB
X