Inilah momen mengharukan ketika ibunda Brigadir J menasihati Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi

- Kamis, 3 November 2022 | 10:30 WIB
Arsip foto - Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo (kanan) bersiap keluar ruangan usai mengikuti sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) di Gedung Transnational Crime Center (TNCC) Divisi Propam Mabes Polri, Jakarta, Jumat (26/8/2022).  (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Arsip foto - Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo (kanan) bersiap keluar ruangan usai mengikuti sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) di Gedung Transnational Crime Center (TNCC) Divisi Propam Mabes Polri, Jakarta, Jumat (26/8/2022). (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

ADA fenomena menarik dalam persidangan kasus pembunuhan Brigadir Yoshua atau Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Ketika dihadirkan sebagai saksi, ibunda Brigadir J menasihati Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi agar sadar bahwa hidup di dunia tidak kekal. Orangtua Brigadir J juga meminta agar mereka mengembalikan nama baik anaknya atas segala segala fitnah yang dilancarkan selama ini.

Baca Juga: Horoskop peruntungan Shio Ayam, Shio Anjing, Shio Babi, Kamis 3 November 2022, biarkan cintamu bersinar

Padahal, seperti kita lihat di berbagai tayangan media elektronik, orangtua Brigadir J, terutama ibunya menangis ketika menceritakan nasib anak tercintanya.

Mereka seolah tidak ikhlas anaknya diperlakukan seperti itu oleh Ferdy Sambo. Padahal, Brigadir J selama ini, di mata ibunda, adalah anak penurut, dan selalu mematuhi perintah atasannya.

Dalam persidangan Ferdy dan Putri juga meminta maaf dan menyesal telah melakukan kesalahan karena tak kuasa mengendalikan emosi. Apakah penyesalan ini akan mempengaruhi hukuman yang bakal dijatuhkan majelis hakim, sepenuhnya itu kewenangan majelis. Tapi, biasanya, dalam praktik di pengadilan, penyesalan menjadi faktor yang meringankan hukuman.

Baca Juga: KPU Temanggung sosialisasi pendidikan pemilih pada penyandang disabilitas

Saat ini muncul spekulasi di masyarakat menyangkut  hukuman yang bakal dijatuhkan kepada Ferdy Sambo dan istrinya. Apakah mereka akan dijatuhi hukuman mati sebagaimana dakwaan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana ? Banyak pihak tidak yakin mereka bakal dihukum mati atau seumur hidup.

Sekadar prediksi, nampaknya mereka bisa lolos dari jeratan hukuman mati. Terlebih, Komnas HAM juga tidak setuju dengan penerapan hukuman mati. Alasannya, hak untuk hidup tidak dapat dikurangi sedikit pun sebagaimana konsep penegakan HAM universal. Meski begitu, hukum positif di Indonesia masih memberlakukan hukuman mati, sehingga sah-sah saja bila hakim menjatuhkan pidana maksimal.

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Catatan Hendry Ch Bangun: Ombudsman Media

Rabu, 1 Februari 2023 | 12:00 WIB

Sikap Muslim terhadap Al Qu’ran

Rabu, 1 Februari 2023 | 06:17 WIB

Mengapa mengemis daring dilarang, ini sebabnya

Selasa, 31 Januari 2023 | 09:30 WIB

Awas, jangan beli barang curian, ini risikonya

Senin, 30 Januari 2023 | 11:00 WIB

Cegah anak terlibat klitih, orangtua pun perlu dibina

Senin, 30 Januari 2023 | 09:30 WIB

Catatan Hendry Ch Bangun: Setelah kompeten, apa?

Selasa, 24 Januari 2023 | 11:00 WIB
X