• Minggu, 27 November 2022

Lima cara melindungi diri dari godaan syaitan, di antaranya membaca Ayat Kursi

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 06:48 WIB
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)

HARIAN MERAPI - Untuk dapat menguasai dan membuat manusia lupa dengan Allah, syaitan atau setan menempuh dua cara; yaitu tadhlil (menyesatkan) dan takhwif (menakut-namuti) untuk menyatkan kebenaran.

Adapun langkah-langkah yang ditempuh syaitan dalam menyesatkan manusia adalah: (1) waswasah atau bisikan (QS, 114:1-6), (2) nisyan atau lupa QS, 6:68),

(3) tamani atau angan-angan kosong (QS, 4:119-120), (4) wa’dun atau janji palsu (QS, 14: 22), (5) kaidun atau tipu daya (QS, 4: 76),

Baca Juga: Visi berkeluarga Muslim: Baiti Jannati

(6) shaddun atau hambatan ( QS,27: 24), (7) ‘adawah atau permusuhan (QS, 5: 91), dan (8) tasyin atau memandang baik perbuatan maksiat (QS, 15: 39-40).

Adapun usaha-usaha yang dapat dilakukan seseorang untuk melindungi diri dari godaan atau melawan syaitan di antaranya adalah:

Pertama, masuk Islam secara kaffah (utuh).

Ber-Islam secara kaffah atau ber-Islam secara komprehensif yakni meyakini bahwa Islam yang mengatur seluruh kegiatan di dunia.

Islam tidak hanya mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhan (hablum minallah) yang dilaksanakan melalui ritual ibadah berupa shalat, puasa, zakat, haji, dan ibadah lainnya, melainkan juga mengatur seluruh kehidupan manusia baik dalam bidang ekonomi, politik, sosial, pendidikan, dan aspek-aspek kehidupan yang lain.

Baca Juga: Dua belas sifat keteladanan Rasulullah Muhammad SAW dalam pendidikan umat, salah satunya selalu tersenyum

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Landasan utama penerapan pendidikan inklusi di Indonesia

Selasa, 22 November 2022 | 05:30 WIB

Bersikaplah jujur dalam setiap keadaan

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:02 WIB

Muhasabah menuju masa depan lebih baik

Selasa, 25 Oktober 2022 | 05:30 WIB
X