• Rabu, 30 November 2022

Tak ada sepakbola sebanding nyawa, kasus meninggalnya 127 orang akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 10:00 WIB
Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu, 1 Oktober 2022. Sebanyak 127 Suporter Klub Sepak Bola Tewas di Malang, Begini Kronoliginya Kata Kapolda (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)
Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk lapangan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu, 1 Oktober 2022. Sebanyak 127 Suporter Klub Sepak Bola Tewas di Malang, Begini Kronoliginya Kata Kapolda (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

INILAH tragedi terburuk dalam sejarah persepakbolaan nasional. Sedikitnya 127 orang meninggal dunia akibat kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang Jawa Timur Sabtu malam.

Kerusuhan meletus usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3.

Awalnya, suporter Arema yang tak puas dengan hasil tersebut merangsek ke pemain yang berada di Stadion, kemudian dihalau aparat kepolisian. Namun jumlah suporter yang menyerbu ke dalam stadion makin banyak hingga ribuan, sehingga polisi kewalahan hingga pecah kerusuhan. Polisi terpaksa menembakkan gas air mata  ke dalam stadion.

Baca Juga: 127 orang meninggal akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, Kadivhumas Polri: usut tuntas

Kerusuhan tidak mereda, bahkan menjadi-jadi. Ratusan suporter terjebak di stadion dan kehabisan napas hingga pingsan. Terdata sedikitnya 127 orang meninggal, sedang dua orang lainnya berasal dari unsur kepolisian. Sementara suporter Persebaya Surabaya telah meninggalkan tempat usai pertandingan dengan pengawalan polisi.

Mungkin ini bukanlah musibah, melainkan tragedi yang sangat memilukan. Ratusan orang meregang nyawa gara-gara sepakbola. Jumlah ini tergolong terbesar dalam sejarah persepakbolaan nasional, hingga menjadi sorotan media internasional.

Sejauh ini belum ada yang menyatakan bertanggung jawab atas tragedi tersebut. Tim yang terdiri Polri, TNI dan Pemprov Jawa Timur sedang diterjunkan di lapangan untuk mengusut kasus tersebut. Lantas, siapa yang bertanggung jawab atas hilangnya 127 nyawa manusia ?

Baca Juga: 127 orang meninggal akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, LPSK: harus ada yang bertanggung jawab

Tak ada yang menjawabnya. Padahal 127 orang yang meninggal dunia itu bukan sekadar data statistik, melainkan nyawa yang harus dipertanggungjawabkan. Mudah untuk mengatakan bahwa kejadian tersebut tak bisa diprediksikan, atau di luar prediksi panitia. Pun terlihat aparat kepolisian kewalahan menghadapi suporter yang mengamuk.

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Waspadai maling di lokasi bencana gempa Cianjur

Selasa, 29 November 2022 | 10:55 WIB

Teladan Jayamahe

Selasa, 29 November 2022 | 09:15 WIB

Hidup seimbang dalam keridhaan Allah SWT

Senin, 28 November 2022 | 05:46 WIB

Bila warga miskin gantung diri, salah siapa ?

Jumat, 25 November 2022 | 10:00 WIB

Lagi-lagi pelajar bawa clurit, polisi harus tegas

Rabu, 23 November 2022 | 11:00 WIB

Pengguna jalan mau menangnya sendiri, ini akibatnya

Rabu, 23 November 2022 | 10:00 WIB

Awas, mafia hukum di MA, ada oknum hakim agung

Selasa, 22 November 2022 | 11:00 WIB

Gedung sekolah tak layak, jangan korbankan siswa

Selasa, 22 November 2022 | 10:00 WIB

Landasan utama penerapan pendidikan inklusi di Indonesia

Selasa, 22 November 2022 | 05:30 WIB

Terjerat pinjol, bisa berbuntut nekat

Senin, 21 November 2022 | 11:00 WIB

Mengapa Pilih Keadilan Restoratif ? Ini keuntungan

Senin, 21 November 2022 | 10:00 WIB
X