• Kamis, 8 Desember 2022

Mengapa Febri bela Putri, ini introspeksi buat para pengacara

- Jumat, 30 September 2022 | 11:00 WIB
Febri Diansyah  (Foto: Instagram febridiansyah.id)
Febri Diansyah (Foto: Instagram febridiansyah.id)

PEGIAT antikorupsi yang juga mantan jubir KPK Ferbri Diansyah sedang jadi sorotan publik. Pasalnya, Febri yang selama ini dikenal sangat getol mendorong gerakan pemberantasan korupsi, tiba-tiba menjadi kuasa hukum Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo, tersangka kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yoshua atau Brigadir J. Ada apa ?

Tak ada yang memberi penjelasan memuaskan. Padahal, semua orang tahu, kedua nama tersebut sedang menjadi perbincangan hangat masyarakat, bukan karena prestasinya, melainkan karena tindakannya yang sangat sadis yang menyebabkan kematian Brigadir J secara tragis. Mengapa Febri dkk bersedia membela mereka ?

Kepada media, Febri hanya mengatakan bahwa sebelum dirinya menjadi kuasa hukum Putri, telah ada komitmen bahwa pendampingan hukum terhadap Putri bersifat objektif, tidak membabi buta, tidak menyalahkan yang benar dan  tidak membenarkan yang salah.

Baca Juga: Aktris Squid Game Jung Ho Yeon masuk daftar TIME 100 Next 2022

Kiranya semua orang tahu bahwa itu adalah asas yang bersifat normatif. Kalau mau jujur, sebenarnya tidak ada yang istimewa dari pernyataan Febri, karena memang sudah seharusnya demikian. Tapi bagaimana kenyataannya ? Itulah yang acap menjadi perdebatan, karena antara das solen (harapan ideal) dan das sein (kenyataan) biasanya berbeda.

Semua orang juga tahu bahwa siapapun berhak dibela dan pengacara pun berhak mendampingi siapapun yang membutuhkan bantuan hukum. Tentu ini tidak diartikan bahwa kesalahan harus dibenarkan.

Meski begitu, pernyataan Febri bisa menjadi momentum bagi para pengacara atau advokat untuk jujur kepada publik, bahwa mereka bukan hanya membela klien, melainkan juga menegakkan keadilan dan kebenaran, meski itu sangat sulit. Sebab, umumnya, pengacara akan membela kliennya mati-matian, entah itu benar atau salah.

Baca Juga: Google usung fitur baru Search dan Maps dengan lebih dari 70 bahasa

Dalam konteks itu, kita memahami pernyataan Febri sebagai bagian dari upaya melakukan intospreksi diri untuk menegakkan idealisme, menjunjung kejujuran dan kebenaran. Tentu bukan lantas membela klien secara membangi buta, melainkan menegakkan hukum secara benar dan objektif.

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bila penjahat nyamar penghuni kos, ini yang terjadi

Kamis, 8 Desember 2022 | 10:00 WIB

Awas, paranormal gadungan beraksi di media sosial

Kamis, 1 Desember 2022 | 11:30 WIB

Waspadai maling di lokasi bencana gempa Cianjur

Selasa, 29 November 2022 | 10:55 WIB

Teladan Jayamahe

Selasa, 29 November 2022 | 09:15 WIB

Hidup seimbang dalam keridhaan Allah SWT

Senin, 28 November 2022 | 05:46 WIB
X