• Sabtu, 10 Desember 2022

Fenomena pernikahan akal-akalan, hanya mengejar formalitas

- Senin, 19 September 2022 | 11:30 WIB
Ilustrasi (dok harian merapi)
Ilustrasi (dok harian merapi)



ADA fenomena menarik di Surakarta. Ratusan pelajar mengajukan dispensasi untuk melakukan pernikahan dini. Namun tidak semua permohonan dispensasi itu dikabulkan KUA setempat. Fenomena apa ini ?

Pelajar menikah nampaknya masih dianggap sesuatu yang tidak lazim di Indonesia, karena usianya masih di bawah 19 tahun, atau bisa dikatakan sebagai usia dini. Memang dalam undang-undang, syarat untuk menikah adalah 19 tahun.

Artinya, bila calon mempelai, baik salah satu atau keduanya belum mencapai usia 19 tahun belum memenuhi syarat menikah.

Baca Juga: Peruntungan Shio Macan Selasa 20 September 2022, kehidupan romantis sepertinya terlihat positif

Namun persyaratan tersebut bisa disimpangi dengan pertimbangan khusus, misalnya, calon mempelai wanita sudah hamil dan sebagainya. Tapi prinsipnya, usia menikah tetap 19 tahun. Sedang untuk mengajukan dispensasi harus mendapat rekomendasi dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB serta Dinas Kesehatan.

Yang jadi soal, bila ternyata tidak dikabulkan, lantas bagaimana status mereka bila ternyata keduanya telah menjalin hubungan layaknya suami istri atau si perempuan telah berbadan dua ? Biasanya, untuk alasan yang disebut kedua ini KUA mengizinkan asalkan rekomendasinya lengkap.

Hanya saja, untuk mereka yang berstatus pelajar sangat sulit untuk melanjutkan ke sekolah reguler, melainkan diganti dengan kejar paket, sehingga hak mereka mendapat pendidikan tidak hilang.

Baca Juga: Sidang banding Ferdy Sambo digelar hari ini dipimpin Jenderal bintang tiga

Sementara bila perempuan telah berbadan dua kemudian diiizinkan menikah, belum tentu prosesnya berjalan mulus. Karena bisa jadi, mereka hanya ingin mengejar keabsahan dan kejelasan status anak, setelah menikah, mereka bubar alias bercerai.

Padahal, sesungguhnya tujuan pernikahan sebagaimana dimaksud undang-undang adalah untuk membangun keluarga bahagia sejahtera yang dilandasi kasih sayang untuk mendapat keberkahan dunia akhirat.

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Awas copet berseragam, ini aksi mereka

Jumat, 9 Desember 2022 | 11:00 WIB

Bila DC rampas motor, ini akibatnya

Jumat, 9 Desember 2022 | 10:00 WIB

Hukuman sungkem untuk anak nakal, efektifkah ?

Jumat, 9 Desember 2022 | 09:30 WIB

Mengembangkan jiwa pemaaf

Jumat, 9 Desember 2022 | 05:30 WIB

Bila penjahat nyamar penghuni kos, ini yang terjadi

Kamis, 8 Desember 2022 | 10:00 WIB

Awas, paranormal gadungan beraksi di media sosial

Kamis, 1 Desember 2022 | 11:30 WIB

Waspadai maling di lokasi bencana gempa Cianjur

Selasa, 29 November 2022 | 10:55 WIB

Teladan Jayamahe

Selasa, 29 November 2022 | 09:15 WIB
X