• Rabu, 30 November 2022

Mensyukuri nikmat Allah, di antaranya dengan bersifat qanaah

- Jumat, 16 September 2022 | 06:27 WIB
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)

k HARIAN MERAPI - Syukur nikmat adalah menunjukkan adanya nikmat Allah SWT pada dirinya melalui lisan, hati, dan perbuatan.

Dengan melalui lisan, yaitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran diri bahwa ia telah diberi nikmat.

Dengan melalui hati, berupa persaksian dan kecintaan kepada Allah.

Baca Juga: Membangun keadilan sosial dalam pendekatan profetik: Menempatkan orang lain dalam posisi yang mulia

Melalui anggota badan, berupa kepatuhan dan ketaatan kepada Allah.

Lawan dari syukur nikmat adalah kufur nikmat, yaitu enggan menyadari atau bahkan mengingkari bahwa nikmat yang ia dapatkan adalah dari Allah Ta’ala.

Semua keberhasilan dan kemewahan harta yang dimiliki adalah hasil usaha pribadi semata, semisal Qarun yang dengan congkaknya berkata,

“Sungguh harta dan kenikmatan yang aku miliki itu aku dapatkan dari ilmu yang aku miliki”. (QS. Al-Qashash, 28:78).

Adapun tanda-tanda orang yang pandai bersyukur adalah;

Pertama, mengakui dan menyadari bahwa Allah SWT telah memberinya nikmat yang sangat banyak.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hidup seimbang dalam keridhaan Allah SWT

Senin, 28 November 2022 | 05:46 WIB

Landasan utama penerapan pendidikan inklusi di Indonesia

Selasa, 22 November 2022 | 05:30 WIB

Bersikaplah jujur dalam setiap keadaan

Minggu, 30 Oktober 2022 | 06:02 WIB

Muhasabah menuju masa depan lebih baik

Selasa, 25 Oktober 2022 | 05:30 WIB
X