• Kamis, 8 Desember 2022

Menanti kejutan penanganan kasus kematian Brigadir J

- Senin, 8 Agustus 2022 | 10:00 WIB
Mantan Kepala Divisi Propam Polri  Irjen Pol. Ferdy Sambo usai jalani pemeriksaan di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (4/8/2022).  (ANTARA/Laily Rahmawaty.)
Mantan Kepala Divisi Propam Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo usai jalani pemeriksaan di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (4/8/2022). (ANTARA/Laily Rahmawaty.)



MASIH mengikuti kasus tewasnya Brigadir J ? Dari hari ke hari perkembangan penanganannya makin menarik. Bahkan, Komnas HAM menyebut, kasus kematian Brigadir J makin jelas, meski belum bisa diungkap ke publik. Berbagai kejanggalan mulai terungkap ke publik.

Ini terjadi setelah Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo langsung mengambil alih kasus tersebut dan membentuk tim khusus. Langkah Jenderal Listyo Sigit sangat signifikan.

Ia langsung mengambil tindakan tegas terhadap puluhan anggota Polri, tiga di antaranya pangkat bintang satu, yakni menonaktifkan dan memutasi mereka yang dinilai menghambat dan melanggar langkah prosedural yang menghambat pengungkapan kasus tewasnya Brigadir J.

Baca Juga: Ajudan istri Ferdy Sambo Brigadir RR jadi tersangka, penyidik sudah kantongi dua bukti

Termasuk pula mereka yang tidak mengamankan TKP, bahkan mengambil CCTV sebagai barang bukti. Padahal dari rekaman CCTV inilah banyak fakta terungkap yang tidak sesuai dengan keterangan awal polisi saat kasus penembakan terhadap Brigadir J mencuat.

Mengapa Kapolri tidak mau main-main dengan kasus ini ? Karena taruhannya reputasi atau jabatan. Bila kasus ini tidak terungkap, diduga kuat jabatan Kapolri bakal lepas dari genggaman Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Terlebih, perintah langsung untuk membuka kasus tersebut berasal dari Presiden Jokowi, sehingga Jenderal Listyo takkan berani menolak, apalagi merekayasa, demi apapun.

Baca Juga: Ridwan Kamil kunjungi keluarga Ikhsan Maulana yang hanyut di Sungai Bangek Kota Padang sejak 11 Juni 2022

Dalam struktur ketatanegaraan, Kapolri berada langsung di bawah presiden, sehingga harus tunduk kepada presiden. Jadi Kapolri sebenarnhya bagian dari kekuatan eksekutif karena komandonya di tangan presiden yang notabene kepala pemerintahan.

Karenanya, usai Presiden memberi perintah kepada Kapolri untuk membuka kasus terbunuhnya Brigadir J secara transparan kepada publik, tanpa ada yang ditutup-tutupi, maka banyak kejutan muncul yang sebelumnya mungkin tak diduga masyarakat.

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bila penjahat nyamar penghuni kos, ini yang terjadi

Kamis, 8 Desember 2022 | 10:00 WIB

Awas, paranormal gadungan beraksi di media sosial

Kamis, 1 Desember 2022 | 11:30 WIB

Waspadai maling di lokasi bencana gempa Cianjur

Selasa, 29 November 2022 | 10:55 WIB

Teladan Jayamahe

Selasa, 29 November 2022 | 09:15 WIB

Hidup seimbang dalam keridhaan Allah SWT

Senin, 28 November 2022 | 05:46 WIB
X