• Selasa, 6 Desember 2022

Waspada aksi kejahatan jalanan, penjahat teriak klitih

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 10:00 WIB
ilustrasi (dok harian merapi)
ilustrasi (dok harian merapi)



INI modus penjahat untuk merampas harta korbannya, yakni dengan meneriaki klitih. Peristiwa ini dialami seorang remaja Dhery Aditya (19) saat melintas di kawasan Riangroad Barat Gamping Sleman. Tiba-tiba ia dipepet empat orang berkendara motor dan meneriakinya klitih sambil melempar batu.

Setelah korban dan temannya berhenti, empat pelaku merampas HP milik korban. Tak hanya itu, korban dan temannya kemudian dibawa ke sebuah embung dan di tempat itu dianiaya empat penjahat.

Pelaku membuang kunci motor korban kemudian kabur sembari membawa uang dari dompet korban. Usai kejadian, korban melapor ke Polsek Gamping. Jajaran Polsek Gamping pun sigap setelah menerima laporan korban langsung memburu pelaku dengan ciri-ciri motor yang telah disebutkan korban. Dalam waktu tak terlalu lama polisi berhasil meringkus empat pelaku, semuanya warga Ambar Ketawang Gamping Sleman.

Baca Juga: Irjen Ferdy Sambo diperiksa sebagai saksi hari ini

Kita patut memberi apresiasi kepada jajaran Polsek Gamping yang bergerak cepat usai menerima laporan dari korban. Ini menunjukkan bahwa polisi benar-benar melayani masyarakat. Kiranya kinerja semacam ini patut dicontoh Polsek lainnya.

Apakah antara korban dan pelaku saling kenal ? Nampaknya tidak. Pelaku agaknya sudah mengincar korbannya, sehingga begitu korban lewat langsung dikejar dan dilempari batu sambil diteriaki klitih. Teriakan klitih ini tentu sangat membahayakan. Mengapa ?

Orang pada umumnya sangat benci klitih, karena sangat meresahkan masyarakat lantaran sering bikin onar. Dengan meneriaki klitih, pelaku berharap orang lain bersimpati dan tidak mempermalahkan bila orang yang diteriaki itu dihajar. Padahal orang yang diteriaki bukanlah klitih, malahan menjadi korban.

Baca Juga: Inspektorat Khusus pastikan periksa semua pihak terkait kasus baku tembak yang menewaskan Brigadir J

Sementara empat pelaku ini juga bukan klitih karena motifnya jelas, yakni ekonomi. Mereka merampas HP dan uang korban kemudian menganiayanya. Berbeda dengan klitih yang motifnya tidak jelas.

Karenanya, ketika kita mendengar teriakan klitih tak serta merta langsung percaya bahwa orang yang diteriaki benar-benar klitih. Sebab, bisa jadi malah sebaliknya, orang yang meneriaki itulah yang klitih. Tapi dalam kasus di atas, empat pelaku meski bukan klitih, namun sangat membahayakan, karena selain merampas juga melukai korbannya.

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Awas, paranormal gadungan beraksi di media sosial

Kamis, 1 Desember 2022 | 11:30 WIB

Waspadai maling di lokasi bencana gempa Cianjur

Selasa, 29 November 2022 | 10:55 WIB

Teladan Jayamahe

Selasa, 29 November 2022 | 09:15 WIB

Hidup seimbang dalam keridhaan Allah SWT

Senin, 28 November 2022 | 05:46 WIB

Bila warga miskin gantung diri, salah siapa ?

Jumat, 25 November 2022 | 10:00 WIB

Lagi-lagi pelajar bawa clurit, polisi harus tegas

Rabu, 23 November 2022 | 11:00 WIB

Pengguna jalan mau menangnya sendiri, ini akibatnya

Rabu, 23 November 2022 | 10:00 WIB
X