• Rabu, 17 Agustus 2022

Faktor pemicu perilaku agresif anak-anak dan remaja: di antaranya lingkungan sekitar yang kurang kondusif

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 07:05 WIB
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)

HARIAN MERAPI - Perilaku agresif menggambarkan fenomena yang multidimensional yang dipengaruhi oleh faktor-faktor yang bersifat kompleks.

Secara umum, Conger, dkk menjelaskan bahwa faktor-faktor keluarga, sekolah, sosial budaya, dan kepribadian sebagai faktor utama yang mempengaruhi perilaku kekerasan anak-anak dan remaja.

Selain itu, variabel demografis seperti jenis kelamin, urutan kelahiran, usia, pengalaman prasekolah, jumlah saudara kandung, status sosial ekonomi orangtua, dan lingkungan fisik seperti iklim, cuaca, kepadatan penduduk berhubungan pula dengan perilaku agresif dan kekerasan.

Baca Juga: Memahami agresivitas anak-anak dan remaja menurut Albert Bandura: Mereka belajar dari lingkungan sosialnya

Sementara Zillman sebagaimana dikutip Hasballah menjelaskan teorinya tentang agresi dengan menekankan pada hubungannya antara individu dengan lingkungan sekitarnya.

Adalah faktor non material seperti suhu, cahaya, dan kebisingan yang mempengaruhi kualitas suatu kawasan lingkungan hidup.

Ada hubungan timbal balik antara keduanya, apabila lingkungan mendukung keberadaannya, maka perilaku agresif dapat diredam atau dikendalikan.

Apabila alam sekelilingnya tidak memberikan dukungan terhadap keberadaannya maka di sinilah muncul kecenderungan berperilaku agresif.

Faktor keluarga juga memberikan konstribusi terhadap perkembangan perilaku anak.

Dalam perspektif Islam, keluarga merupakan tiang utama kehidupan manusia sebagai tempat sosialisasi nilai-nilai yang paling intensif dan menentukan.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X