• Rabu, 17 Agustus 2022

Meneladani Pendidikan Keluarga Nabi Ibrahim AS

- Jumat, 1 Juli 2022 | 05:30 WIB
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)

harianmerapi.com - Setiap memasuki bulan Dzulhijjah (Besar) umat Islam senantiasa mengenang keteladanan Nabiyullah Ibrahim AS beserta putra tercinta Ismail AS.

Firman Allah SWT: "Maka tatkala anak itu sampai (pada umur yang cukup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu.

Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar" (QS. Ash-Shaffat, 37 : 102).

Baca Juga: Kewajiban Istri Kepada Suami, Salah Satunya Menyenangkan Suami dan Berbakti Secara Ikhlas

Ayat ini memberikan contoh bagaimana orangtua mendidik anak dalam keluarga islami sekaligus menjadi tonggak pelaksanaan ibadah kurban.

Nabi Ibrahim AS yang sudah sekian lama mendambakan hadirnya keturunan, akhirnya dikaruniai seorang putra bernama Ismail.

Kedua hamba Allah ini memperlihatkan kepatuhan total kepada-Nya.

Ayah dan anak ini yakin bahwa setiap perintah Allah pastilah kebaikan yang dituju, dan Allah mustahil zalim kepada hamba-Nya yang berserah diri kepada-Nya.

QS Ash-Shaffat ayat 102 memberikan contoh kepada setiap keluarga muslim bagaimana Nabi Ibrahim AS sebagai orangtua mendidik anaknya (Ismail AS).

Pertama, Ibrahim AS mendidik anaknya agar taat kepada Allah SWT dengan cara hanya menyembah kepada-Nya saja dan patuh kepada kedua orangtua.

Baca Juga: Memuliakan Diri Sendiri dan Sesama Makhluk Ciptaan Allah SWT di Muka Bumi

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X