• Rabu, 5 Oktober 2022

Jangan Beri Kesempatan Pencuri Beraksi

- Senin, 6 Juni 2022 | 09:30 WIB
ilustrasi (dok harian merapi)
ilustrasi (dok harian merapi)



KITA sering mendengar pernyataan, kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelaku, tapi juga karena ada kesempatan. Boleh jadi, sudah ada niat pelaku, untuk mencuri misalnya, namun karena tidak ada kesempatan, kejahatan itu tidak terjadi.

Bagaimana bila sebaliknya ? Ada kesempatan, tapi tak ada niat pelaku ? Rasanya juga sulit terjadi.

Mungkin ini tepat menggambarkan kasus pencurian sepeda motor yang dilakukan AAY (20) warga Mentoro, Pacitan, Jawa Timur. Ia ditangkap karena mencuri sepeda motor Scoopy milik ARP (23) warga di Jalan Samanhudi, Ngemplak, Kelurahan Jetis, Kecamatan Sukoharjo beberapa hari lalu.

Baca Juga: Top Gun: Maverick Kuasai Box Office Amerika di Pekan Kedua

Saat itu AAY yang sedang mencari makan melihat motor Scoopy dengan kondisi kunci kontak masih menggantung.

AAY melihatnya sebagai kesempatan, sehingga tanpa pikir panjang ia menggondol sepeda motor tersebut dan membawa pulang. Tak hanya itu, saat bermain di play station Sukoharjo ternyata ia juga ngembat HP pengunjung. Lagi-lagi, mungkin ia melakukan itu karena ada kesempatan.

Kedua korban itu melapor ke polisi, dan dalam waktu relatif singkat polisi berhasil mengidentifikasi pelaku, hingga membekuknya. AAY mengaku mencuri motor untuk digunakan sebagai sarana ojek online (ojol). Bukan penjahat kalau tidak pandai berkilah. Ada saja alasan pelaku untuk terhindar dari jerat hukum.

Baca Juga: Karena Rafael Nadal Adalah Raja Lapangan Tanah Liat

Padahal alasan tersebut sama sekali tidak bisa menjadi pembenar perbuatan maupun alasan pemaaf. Artinya, dengan dalih apapun, AAY tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan disangka Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun.

Melihat kejadiannya yang beruntun, AAY agaknya memang sudah ada niatan untuk mencuri. Setelah berhasil mencuri motor, ia mencuri HP. Bila ada kesempatan, mungkin ia juga akan mencuri lagi. Apakah yang bersangkutan menderita semacam penyakit kleptomania atau gemar mencuri, tentu masih harus melalui pemeriksaan psikater. Yang jelas, tindakannya tetap dihukum.

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rekayasa dan Pemelintiran Hukum

Senin, 3 Oktober 2022 | 14:00 WIB

Visi berkeluarga Muslim: Baiti Jannati

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 06:26 WIB

Bahaya bercanda saat mancing, ajari anak berenang

Senin, 26 September 2022 | 16:57 WIB
X