• Jumat, 12 Agustus 2022

Pengembangan Sifat Bawaan Manusia

- Jumat, 20 Mei 2022 | 06:03 WIB
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)

Jika semua manusia yang hidup sekarang ini adalah anak cucu dari dua orangtua yang sama, Adam dan Hawa,

maka manusia niscaya mewarisi banyak sifat dari orangtua pertama itu melalui gena-gena—sebagai sarana yang menurunkan ciri-ciri warisan dari generasi ke generasi berikutnya.

Ciri-ciri yang tampak dimiliki oleh Adam dan umat manusia menurut Prof. Dr. H. Muhammad Chirzin, MA antara lain :

Pertama, keimanan akan adanya Allah. Keberadaan Adam dan Hawa di surga yang kemudian melakukan pelanggaran atas larangan Allah,

dan tobat mereka yang diterima Allah hingga diturunkannya mereka ke bumi membuktikan bahwa Adam dan Hawa beriman kepada Allah.

Kedua, memiliki pengetahuan. Adam diberi anugerah pengetahuan oleh Allah sehingga praktis semua manusia memiliki potensi untuk mencari, menuntut, dan mengembangkan pengetahuan serta mengajarkannya kepada orang lain.

Ketiga, ketergesa-gesaan dan keingintahuan. Akibat rayuan setan yang terkutuk, Adam dan Hawa melakukan eksperimen pertama dengan mendekati pohon terlarang dan memakan
buahnya.

Mereka tergesa-gesa mengiyakan rayuan setan dan melalaikan pesan Tuhan, hingga mereka menyadari kesalahan mereka dan malu, karena secara tiba-tiba bagian-bagian tertentu dari tubuh mereka terlihat.

Keempat, status. Adam diberi status sebagai khalifatullah fil ardhi, khalifah Allah untuk menguasai bumi. Karena itulah praktis semua manusia tergoda dan tergila-gila
mengejar status (kekuasaan).

Keinginan mengejar status, kekuasaan dan supremasi inilah yang sering menimbulkan gangguan stabilitas,

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X