• Jumat, 19 Agustus 2022

Catur Pusat Pendidikan Anak, Salah Satunya Tempat Ibadah

- Rabu, 13 April 2022 | 08:55 WIB
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dokumen Pribadi)
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dokumen Pribadi)

harianmerapi.com - Ketika menyebut anak, banyak ayat al-Quran yang mengaitkan dengan harta, yakni keduanya (anak dan harta) adalah perhiasan dunia (QS. al-Kahfi, 18:46). Allah SWT juga menyebutkan bahwa anak merupakan ujian bagi kedua orangtuanya.

Dengan kata lain, orangtua memiliki kewajiban untuk mendidik dan menjadikan anak-anaknya menjadi anak yang saleh/salehah, bermanfaat bagi diri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan agamanya.

Namun, di tengah kesibukan dan kepentingan pribadi orangtua, tidak sedikit di antara mereka yang gagal dalam mendidik anak-anaknya menjadi anak yang saleh/salehah.

Baca Juga: Pemimpin yang Zalim 26: Dokter Minta Suami Memberi Perhatian dan Merawat Agar Mempercepat Penyembuhan Istri

Karena itu, Allah SWT berfirman: ”Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu merupakan cobaan (ujian), dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar”. (QS al-Anfal, 8:28).

Setiap orangtua pasti mengharapkan agar anak-anaknya dapat berhasil dengan baik dalam melaksanakan tugas-tugas perkembangannya. Tugas perkembangan adalah kemampuan apa yang harus dimiliki anak-anak pada fase perkembangan tertentu.

Agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik sesuai dengan harapan orangtua, yakni menjadi anak yang menyejukkan mata (qurrota a’yun), maka orangtua harus memperhatikan empat lingkungan pendidikan anak.

Empat lingkungan pendidikan anak itu adalah : Pertama, lingkungan keluarga. Melalui keluarga, anak akan belajar memperhatikan sikap-sikap orangtua dalam beribadah, sopan santun (Jawa:unggah ungguh), penghormatan kepada orang lain, keramahtamahan serta sikap terhadap pendidikan anak.

Baca Juga: Ulama Ageng Ngerang dan Kesultanan Mataram 4: Awal Mula Terjadinya Bumi Ngerang dan Bumi Muria

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X