• Kamis, 7 Juli 2022

Penyelundupan Sabu Internasional, Gunakan Kapal Nelayan

- Rabu, 6 April 2022 | 10:00 WIB
ilustrasi (dok harian merapi)
ilustrasi (dok harian merapi)

MUNGKIN ini tangkapan terbesar kepolisian dalam tahun ini. Polri berhasil menggagalkan penyelundupan sabu-sabu seberat 1 ton lebih di tengah Laut Pangandaran Jawa Barat beberapa hari lalu.

Bersama barang bukti tersebut, polisi mengamankan lima orang, seorang di antaranya warga Afghanistan. Polisi menyebut kasus ini melibatkan sindikat internasional kelompok Timur Tengah.

Sebenarnya, penyelundupan sabu melalui jalur laut bukanlah modus baru, atau sering dikenal dengan ship to ship atau dari kapal ke kapal. Mereka menggunakan kapal nelayan untuk distribusi barang sebelum sampai ke darat.

Baca Juga: Pakar Gizi UGM Bagikan Tips Memilih Makanan Sahur yang Ampuh Mencegah Lapar dan Lemas Saat Puasa

Diduga Laut Pangandaran hanyalah tempat transit, bukan tujuan. Selanjutnya sabu tersebut akan dikirim ke berbagai daerah.

Melihat jumlahnya yang sangat fantastis, pelaku dipastikan merupakan sindikat internasional yang terorganisir. Untung polisi cermat, sehingga sabu seberat lebih dari 1 ton itu tak sempat diedarkan. Bayangkan, bila sabu sudah diedarkan, maka berapa juta orang yang teracuni barang haram tersebut.

Pertanyaannya, bagaimana mungkin sabu seberat 1 ton lebih itu bisa masuk ke Indonesia, bahkan sampai masuk Laut Pangandaran ? Ini harus ditelusuri agar jangan sampai Indonesia kecolongan kemasukan barang-barang haram.

Baca Juga: Choi Hyunsuk dan Park Jihoon TREASURE Bintangi Acara Kuliner Ramen

Dengan begitu, patroli laut harus ditingkatkan. Kalau selama ini patroli lebih terfokus pada pencurian ikan, kini harus diperluas dengan mengantisipasi penyelundupan narkoba melalui jalur laut.

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kontroversi Tunjangan Wartawan Bersertifikat

Minggu, 3 Juli 2022 | 11:30 WIB

Modus Korupsi Kian Canggih, Pelaku Tak Juga Jera

Minggu, 3 Juli 2022 | 10:30 WIB
X