• Kamis, 6 Oktober 2022

Empat Cara Menggapai Hayatan Thayyibah, Salah Satunya Kehidupan yang Dilandasi Aqidah Tauhid yang Kuat

- Jumat, 11 Maret 2022 | 05:35 WIB
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)

harianmerapi.com - Hayatan thayyibah (kehidupan yang baik) adalah kehidupan baik yang mencakup semua hal yang disebutkan di dalam hadis nabi Muhammad SAW antara lain rezeki yang halal, sifat qanaah atau rasa cukup, taufik dari Allah SWT, nikmat syurga di akhirat kelak dan juga kebahagiaan dan ketenangan hidup.

Hayatan thayyibah bukan berarti kehidupan mewah yang luput dari ujian, tetapi adalah kehidupan yang diliputi oleh rasa lega, kerelaan serta kesabaran dalam menerima cobaan dan rasa syukur atas nikmat Allah.

Firman Allah SWT: “Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. (QS. An-Nahl; 16:97).

Baca Juga: Sri Jayanegara Raja Majapahit 8: Tanca Membunuh Raja, Gajah Mada Diangkat Jadi Patih Mengucap Sumpah Palapa

Ayat di atas secara jelas menegaskan bahwa Allah SWT akan memberikan hayatan thayyibah atau kehidupan yang baik kepada semua umat manusia baik laki-laki maupun perempuan yang beramal shaleh dan beriman dengan aqifdah yang lurus.

Dalam ajaran Islam terdapat beberapa kriteria kehidupan yang disebut hayatan thayyibah, yaitu:

Pertama, kehidupan yang dilandasi oleh aqidah tauhid yang kuat. Keimanan kepada Allah SWT adalah fondasi kehidupan umat Islam.

Kehidupan yang baik adalah kehidupan yang semua orientasi kehidupnya hanya dilandaskan pada nilai-nilai ketauhidan kepada Allah SWT.

Baca Juga: MUI Perbolehkan Shaf Shalat Kembali Dirapatkan, PP Muhammadiyah : Terserah Kebijakan Takmir Masjid

Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala: “Katakanlah : Sesungguhnya shalat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam”. (QS. Al-
An’am; 6:162).

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Iman kepada Allah SWT dalam berbagai dimensinya

Kamis, 6 Oktober 2022 | 07:35 WIB

Visi berkeluarga Muslim: Baiti Jannati

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 06:26 WIB

Tawakal gapai harapan hidup yang lebih baik

Jumat, 23 September 2022 | 05:52 WIB

Keteladanan Rasulullah Muhammad SAW dalam pembinaan umat

Sabtu, 17 September 2022 | 07:14 WIB

Agama Islam sebagai Agama Samawi

Selasa, 13 September 2022 | 06:47 WIB

Beragama secara dewasa dan proporsional

Sabtu, 10 September 2022 | 06:42 WIB

Lima syarat taubat nasuha, salah satunya ikhlas

Minggu, 4 September 2022 | 06:25 WIB
X