• Senin, 23 Mei 2022

Tak Gampang Selamatkan Teman Tenggelam

- Rabu, 19 Januari 2022 | 09:30 WIB
Ilustrasi (Dok Harian Merapi)
Ilustrasi (Dok Harian Merapi)



MENDENGAR peristiwa anak tenggelam, rasanya miris. Tapi peristiwa seperti itu terus berulang dengan kejadian yang mirip-mirip, yakni sudah diperingatkan tapi selalu tidak diindahkan.

Kali ini menimpa seorang remaja siswa kelas 2 SMA di Bantul, Satria Adi. Ia tenggelam setelah mandi di Sungai Oya Imogiri Bantul yang arusnya cukup deras.

Bersama teman-temannya, awalnya ia mandi di pinggiran, lantas mulai ke tengah hingga akhirnya tenggelam terbawa arus. Salah seorang temannya yang kebetulan bisa berenang berusaha menolong, namun tak kuat membawa tubuh temannya, hingga kemudian dilepas dan ia kembali ke tepian.

Baca Juga: Islam Melarang Berkomentar Tanpa Ilmu, Apalagi Menduga dengan Berprasangka, Berikut Tafsir Al Isra Ayat 36

Temannya kemudian meminta pertolongan penduduk setempat, tapi nyawa korban tak tertolong. Korban ditemukan dalam jarak sekitar 300 meter dari korban tenggelam.

Peristiwa yang terjadi pada Senin lalu ini tentu membuat orangtua miris melepas anaknya untuk bermain di air. Mereka memang masih remaja, namun belum bisa memperhitungkan risiko atau bahaya mandi di Sungai Oya. Bukan kali ini Sungai Oya memakan korban. Dari jauh terlihat airnya tenang, namun menghanyutkan, apalagi dalam kondisi banjir.

Sulit membayangkan betapa hancur hati orangtua Satria Adi melihat anaknya pulang sudah tak bernyawa. Secara hukum, tak ada yang bisa disalahkan atas peristiwa tersebut. Boleh dibilang peristiwa itu sebagai musibah atau kecelakaan. Namun, sekalipun demikian, ada upaya manusia untuk mengantisipasinya.

Baca Juga: Kejaksaan Agung Sita Sejumlah Dokumen Terkait Dugaan Kasus Korupsi Satelit Kemenhan

Dari delapan orang teman Satria Adi, hanya satu orang yang bisa berenang. Artinya lainnya sama sekali tidak bisa berenang. Beberapa di antaranya tidak menceburkan diri ke sungai, melainkan hanya duduk-duduk di tepian. Pun hanya Satria Adi yang mandi hingga ke tengah. Temannya sudah memperingatkan, namun tak digubris hingga musibah itu terjadi.

Hal yang mesti menjadi pegangan adalah jangan coba-coba mandi di sungai atau pantai kalau tidak bisa berenang. Sebab, ketika masuk ke air yang lebih dalam, pasti akan panik karena tidak bisa berenang.

Halaman:

Editor: Hudono

Artikel Terkait

Terkini

Pengembangan Sifat Bawaan Manusia

Jumat, 20 Mei 2022 | 06:03 WIB

Etos Kerja dalam Islam

Sabtu, 14 Mei 2022 | 05:30 WIB
X