• Kamis, 26 Mei 2022

Sejarah Toilet Umum di Eropa, Rupanya Berasal dari Ajaran Islam

- Jumat, 24 Desember 2021 | 06:30 WIB
Ilustrasi toilet umum  (foto: Michael Kauer/Pixabay)
Ilustrasi toilet umum (foto: Michael Kauer/Pixabay)

harianmerapi.com – Dalam pergaulan antar bangsa dan negara di dunia saat ini, kebersihan sebagai salah satu ukuran kemajuan suatu bangsa. Bangsa dan negara yang maju berarti menjaga kebersihan, baik warga maupun lingkungannya.

Kebersihan ini secara umum akan dilihat dari tersedianya sanitasi, tata ruang pemukiman dan perkotaan. Bahkan adanya fasilitas umum untuk kebersihan diri warganya, misalnya toilet umum.

Di Eropa dan negara-negara Barat, menjaga kebersihan sudah menjadi prilaku umum. Mereka menganggap sebagai negara maju dan berperadaban tinggi karena perilaku bersih ini. Akan tetapi menjadi pertanyaan dari mana mereka mendapatkan perilaku untuk menjaga kebersihan itu.

Baca Juga: Prediksi Peruntungan Shio Sapi di Tahun 2022: Ternyata Ini Angka Keberuntungan, Karir, Kesehatan, dan Asmara

Dalam buku ‘the Story of The Moors in Spain’ ilmuwan Stanley Lane Poole menyebut bahwa bangsa Eropa pada dahulunya adalah bangsa kumuh, jorok dan tidak memperhatikan kebersihan.

Sebagaimana dikutip di buku ‘147 Ilmuwan Terkemuka dalam Sejarah Islam’, karya Muhammad Gharib Gaudah dan diterjemahkan Muhyiddin Mas Rida dan diterbitkan Pustaka Alkautsar, Stanley Lane Poole menyampaikan toilet-toilet umum memiliki peranan yang besar di kota-kota Islam, karena kebersihan bagi kaum muslimin bukan saja sekadar iman saja, melainkan juga syarat yang harus dilakukan untuk melaksanakan shalat dan ibadah-ibadah lainnya.

Orang-orang Kristen yang hidup pada abad pertengahan melarang kebersihan dan menganggapnya sebagai perbuatan orang-orang yang menyembah berhala. Para pendeta bangga dengan kotoran mereka hingga ia tidak pernah tersentuh air sama sekali kecuali jari-jarinya, itu pun ketika dicelupkan ke air gereja yang mereka sebut sebagai air suci.

Baca Juga: Pengajian Gus Mus, Perbuatan Baik Meski Kecil Akan Dibalas Allah

Stanley mengatakan ketika kotoran itu menjadi ciri dari kesucian bagi bangsa eropa saat itu, kaum muslimin sangat memperhatikan kebersihan. Mereka tidak beribadah kepada Tuhan-nya kecuali apabila mereka telah bersih dan bersuci.

Halaman:

Editor: Sutriono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X