• Sabtu, 13 Agustus 2022

Beberapa Kelebihan Umat Islam dalam Menjaga Keserasian dan Keseimbangan Hidup

- Jumat, 17 Desember 2021 | 05:30 WIB
 Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si. (Dok. Pribadi)

Ketiga, seimbang di dalam menjalankan ajaran agama, sehingga tidak bersikap berlebihan (ifrath) dan juga tidak bersikap meremehkan (Tafrith).

Seorang muslim di dalam hidupnya tidak boleh terlalu berlebih-lebihan dalam menjalankan ajaran Islam, yaitu melampaui batas dari apa yang telah ditetapkan oleh Allah dan rasul-Nya.

Begitu juga seorang muslim tidak boleh – umpamanya- melakukan puasa ngebleng (puasa tiap hari) tanpa berbuka sedikitpun, atau membujang selamanya, tidak mau menikah dengan seorang perempuan dengan dalih bahwa menikah itu akan melalaikan ibadahnya.

Baca Juga: 'Mencuri Raden Saleh' Sebuah Film yang Melalui Perjalanan Panjang

Dalam hadist Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya agama itu mudah, dan tidaklah seseorang mempersulit diri (berlebih-lebihan) di dalam mengamalkan agama ini, kecuali dia akan dikalahkan (semakin berat dan sulit). Maka berlakulah lurus kalian, mendekatlah (kepada yang benar) dan berilah kabar gembira dan minta tolonglah dengan Al Ghadwah (berangkat di awal pagi) dan ar-ruhah (berangkat setelah zhuhur) dan sesuatu dari ad-duljah (berangkat di waktu malam)." ( HR. Bukhari).

Seorang muslim niscaya berperikehidupan yang seimbang, terhormat lagi mulia. Berserah diri hanya kepada Allah SWT, hidup secara seimbang baik dalam hal ilmu dan amal, antara rasa takut dan harapan maupun dalam beribadah, mampu membedakan antara yang haq dan batil, menjadi contoh dalam melakukan kebaikan dan menjauhi kebatilan serta menghindari sikap merasa paling saleh dan paling syar’i dalam berperikehidupan dalam beragama. InsyaAllah! *

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X